Saudara Ipar Netanyahu Sebut Obama Anti-Yahudi

Reporter

Editor

AP Photo/Jim Hollander

TEMPO Interaktif, Tel Aviv -Saudara ipar Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Ben-Artzi, menyebut Presiden Amerika Serikat Obama sebagai "anti-Yahudi". Komentar Ben-Artzi ini disampaikan kepada Radio Tentara Israel setelah Obama bersikap keras terhadap rencana pembangunan permukiman di Yerusalem Timur.

Ben-Artzi mengatakan Obama tak hanya tak suka pada Netanyahu, tapi juga "tidak menyukai orang-orang Israel". "Selama 20 tahun, Obama duduk dengan Pendeta Jeremiah Wright, yang anti-Semit, anti-Israel, dan anti-Yahudi."

Dia mengatakan bahwa Obama jelas setuju dengan pendapat pendeta Wright karena ia tetap menjadi anggota jemaatnya. "Pikirkan tentang hal ini. Jika Anda pernah mendengar tentang seseorang yang selama 20 tahun duduk di gereja dan ia mendengar khotbah anti-Yahudi tapi tidak bangun untuk pergi setelah dua minggu, tidakkah ia bisa disebut telah mengidentifikasikan diri dengan itu?" ucapnya.

Namun karena mencalonkan diri sebagai presiden, kata Ben-Artzi, Obama menyembunyikan pandangannya itu. Tapi, kata Artzi, setiap saat pikiran-pikiran anti-Semit Obama itu bisa keluar dan itu bisa menciptakan situasi sulit bagi Israel.

"Saya pikir kita harus mengatakan dengan jelas bahwa ada presiden anti-Yahudi di Amerika," katanya. "Tapi kita tidak akan pernah menyerah. Kita punya kepentingan dan hubungan yang terdalam dengan Yerusalem."

Ben-Artzi juga mengkritik sikap Netanyahu yang semestinya belajar dari perdana menteri Israel terdahulu. "Setiap kali Amerika mengintervensi segala sesuatu yang berhubungan dengan Yerusalem, mereka bilang dengan tegas: tidak," katanya.

Komentar sang kakak ipar itu telah membuat Netanyahu kebakaran jenggot. Netanyahu yang mengaku tak dekat dengan Ben-Artzi menyatakan sangat berkeberatan dengan komentar saudara iparnya itu. Kepada Fox News, Netanyahu mengatakan tidak ada krisis dalam hubungan Israel-Amerika. Kedua negara, kata dia, juga memiliki ikatan khusus yang tak akan pernah retak. "Teman  kadang tidak setuju," tambahnya.

"Saya punya apresiasi mendalam terhadap komitmen keamanan Israel yang diungkapkan Presiden Obama berkali-kali," kata Netanyahu.

Seorang pejabat Amerika mengatakan Minggu lalu bahwa Obama bereaksi keras terhadap rencana Israel membangun 1.600 rumah di Yerusalem Timur. Presiden menyebut rencana itu merusak rencana perdamaian dan "menghina" Amerika Serikat.

Rencana itu juga membuat Otorita Palestina bereaksi keras. Mereka menolak melanjutkan pembicaraan damai dengan Israel sebelum rencana perluasan permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur dihentikan.

Terkait hubungan Obama dengan pendeta Wright, BBC menulis bahwa Obama telah memutuskan hubungan dengan gereja Wright pada 2008 setelah sang pendeta menyampaikan khotbah yang kontroversial menyangkut serangan 11 September. Wright menyebut serangan itu sebagai sebuah contoh dari "ayam Amerika yang pulang kandang".

BBC | YR






UEA Cegat Rudal Houthi, Ditembakkan saat Kunjungan Presiden Israel

31 Januari 2022

UEA Cegat Rudal Houthi, Ditembakkan saat Kunjungan Presiden Israel

Uni Emirat Arab berhasil mencegat sebuah rudal balistik yang ditembakkan oleh Houthi dari Yaman ketika negara Teluk itu menjamu Presiden Israel


Biro Travel Khawatirkan Larangan Turis Berpaspor Indonesia Masuk Israel

31 Mei 2018

Biro Travel Khawatirkan Larangan Turis Berpaspor Indonesia Masuk Israel

Aturan pelarangan masuk Israel bagi turis berpaspor Indonesia membuat banyak tamu mempertanyakan hal tersebut.


Kedutaan Besar Amerika di Israel Akan Pindah ke Yerusalem

29 Agustus 2017

Kedutaan Besar Amerika di Israel Akan Pindah ke Yerusalem

Netanyahu menunjukkan ekspresi penghargaannya kepada Trump dan pemerintahannya yang selama ini memberikan dukungan kuat bagi Israel.


Kesepian, Monyet Rawat dan Bermain dengan Anak Ayam

26 Agustus 2017

Kesepian, Monyet Rawat dan Bermain dengan Anak Ayam

Niv, monyet dari spesies Macaque telah menghabiskan waktunya dengan menjaga, membelai, membersihkan, dan bermain dengan seekor anak ayam.


Gereja Ortodoks Yunani Protes Israel Propertinya Dijual ke Yahudi

15 Agustus 2017

Gereja Ortodoks Yunani Protes Israel Propertinya Dijual ke Yahudi

Pemimpin Gereja Ortodoks Yunani di Yerusalem tolak keputusan pengadilan Israel yang menyetujui penjualan properti gereja ke ke perusahaan Yahudi.


Israel akan Tutup Kantor Berita Al Jazeera

7 Agustus 2017

Israel akan Tutup Kantor Berita Al Jazeera

Israel menganggap siaran berita Al Jazeera bersifat menghasut.


Sensitivitas Al-Aqsa dan Kebijakan Israel

26 Juli 2017

Sensitivitas Al-Aqsa dan Kebijakan Israel

Setelah lama tenggelam oleh berita Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan sengkarut Timur Tengah, kisruh Palestina-Israel kini kembali menjadi pusat perhatian dunia. Setiap hari sejak 14 Juli, warga Palestina di Yerusalem Timur dan Tepi Barat berdemonstrasi menentang pemasangan detektor logam di pintu-pintu masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsa (Al-Haram Al-Syarif). Palestina memandangnya sebagai upaya Israel untuk mengontrol tempat suci tersebut.


Ditembaki Rudal, Israel Balas Serang Pos Hamas di Gaza  

24 Juli 2017

Ditembaki Rudal, Israel Balas Serang Pos Hamas di Gaza  

Tank milik Israel menyerang pos pemantau milik Hamas di Gaza, Senin, 24 Juli 2017, sebagai balasan atas tembakan rudal dari arah perbatasan Palestina.


Israel Akan Membangun Pulau Buatan di Gaza

14 Mei 2017

Israel Akan Membangun Pulau Buatan di Gaza

Trump akan tiba di Yerusalem pada 22 Mei 2017 untuk membicarakan masalah perdamaian antara Israel dan Palestina.


Bahasa Arab Akan Dihapus dari Bahasa Resmi Israel  

9 Mei 2017

Bahasa Arab Akan Dihapus dari Bahasa Resmi Israel  

Sejumlah menteri dalam kabinet Israel menyetujui RUU kontroversial yang akan menghapus status bahasa Arab sebagai bahasa resmi Israel.