Rumah Perdana Menteri Thailand Ditumpahi Darah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta -Pengunjuk rasa anti pemerintah Thailand menumpahkan darah yang dibawa dalam kantung plastik pada protes simbolis terhadap rumah Perdana Menteri di Bangkok.

    Aparat keamanan setuju membiarkan demonstran berpakaian merah menumpahkan darahnya di luar kompleks kediaman Perdana Menteri Abhisit Vejajjiva. Mereka mengatakan, pemerintahan Abhisit tidak sah dan harus dibubarkan.

    Saat unjuk rasa Abhisit dan kelurganya tidak berada di kediaman mereka yang berada di pinggiran Bangkok. Sepuluh kesatuan polisi dan tentara dikerahkan untuk memperkuat enam peleton aparat keamanan di kediaman Perdana Menteri.

    Disebutkan bahwa Deputi PM Suthep Thaugsuban akan menggunakan Undang-Undang Kemanan Dalam Negeri untuk melarang masuk ke jalan kediaman Abhisit dimana ribuan orang sudah berkumpul disana. Abhisit tinggal di markas Batalion Infranti ke-11 di utara Bangkok sejak aksi protes dimulai.

    Sebelumnya muncul kekhawatiran mengenai bentrokan antara aparat pada hari keempat rapat umum yang menuntut PM
    mengundurkan diri. Kubu oposisi yang kebanyakan mendukung mantan PM Thaksin Shinawatra menginginkan pemilu baru.

    Pemimpin kelompok pakaian merah dan tokoh pemerintah menegaskan mereka akan mempertahankan agar aksi unjuk rasa itu berjalan damai.


    BBC | ANGIOLA HARRY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.