Gerilyawan Houthi Bebaskan 178 Warga Sipil dan Serdadu Yaman

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasukan Yaman mengangkat senjata di Provinsi Saada, sebelah utara Yaman usai bertempur dengan kelompok Shia.Gambar diambil pada 24 Januari 2010.REUTERS/Yemen Army/Handout

    Pasukan Yaman mengangkat senjata di Provinsi Saada, sebelah utara Yaman usai bertempur dengan kelompok Shia.Gambar diambil pada 24 Januari 2010.REUTERS/Yemen Army/Handout

    TEMPO Interaktif, Geriyawan Houthi di utara Yaman dilaporkan telah membebaskan 178 warga sipil dam pasukan pemerintah. Pembebasan ini berlangsung setelah pemerintah menuduh kelompok Shia ini tidak mematuhi gencatan senjata yang telah disepakati bersama pada Februari lalu.

    Gerilyawan yang dikenal dengan sebutan Houthi telah berperang dengan pemerintah Yaman sejak 2004. Sejak itu, mereka melakukan perlawanan kepada pemerintah hingga kedua bekah pihak sepakat menandatangi gencatan senjata.

    Dalam kesepekatan gencatan tersebut, pihak pemberontak sepakat membebaskan seluruh tahanan. Mereka juga diwajibkan membuka jalan, menarik pasukannya dari gedung-gedung pemerintah dan pos-pos angkatan bersenjata.

    Selain berhadapan dengan gerilyaman Houthi, pemerintah Yaman juga dihadapkan pada perlawanan dua kelompok militan yakni al-Qaidah dan sparatis lainnya di Selatan.

    Selatan dan Utara telah bersatu pada 1990, namun mereka bertempur dalam waktu singkat pada 1994. Kendati demikian, pemerintah Yaman tetap dihadapkan pada masalah pemisahan wilayah.

    Gencatan senjata dengan kelompok Houthi di Utara sebenanrnya memungkinkan pemerintah di Sanaa mengalihkan perhatiannya kepada kelompok sparatis lainya dan kader-kader al-Qaidah yang bersembunyi di kawasan utara. Tetapi hingga kini Sanaa masih kesulitan menghadapi kelompok-kelompok sparatis.


    BBC | CHOIRUL



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?