Anwar Ibrahim Batal Ganti Hakim  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim dan istrinya Wan Azizah Wan Ismail, saat tiba di pengadilan di Kuala Lumpur (15/7). Anwar Ibrahim dituduh melakukan sodomi. Foto: REUTERS/Zainal Abd Halim

    Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim dan istrinya Wan Azizah Wan Ismail, saat tiba di pengadilan di Kuala Lumpur (15/7). Anwar Ibrahim dituduh melakukan sodomi. Foto: REUTERS/Zainal Abd Halim

    TEMPO Interaktif, Kuala Lumpur -Pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim, 63 tahun, kemarin mencabut permohonan untuk mengganti hakim Pengadilan Tinggi yang menangani kasus sodomi. "Menukar seorang hakim tak akan mengubah sistem kehakiman di Malaysia," kata Anwar, tergugat dalam kasus sodomi itu kepada pers. Semula Anwar meminta hakim Mohamad Zabidin mundur karena dianggap berat sebelah.

    Penasihat hukum Anwar, Karpal Singh, mengatakan, pihaknya telah berkirim surat kepada pengadilan untuk mempercepat jalannya persidangan. "Setelah kami pertimbangkan, kami memutuskan untuk menarik permohonan kami dan kembali ke persidangan, karena itu lebih penting," ujarnya. Ia membantah bahwa permohonan untuk mengganti hakim itu semata untuk mengulur-ulur jalannya sidang.

    "Tak benar itu (menunda persidangan). Kami justru ingin sidang selekasnya digelar," tutur Karpal. Tim penasihat hukum Anwar mengajukan nota keberatan kepada Mahkamah Banding, 19 Februari lalu, setelah hakim Mohamad Zabidin menolak permintaan tim pengacara Anwar untuk tak lagi memimpin sidang. "Saya tak melihat adanya alasan untuk meminta saya mundur," ujar Zabidin kala itu.

    Rencananya, pada Jumat ini semestinya sidang permohonan banding Anwar terhadap hakim Zabidin digelar. Namun Anwar mengaku upaya mengganti hakim akan sia-sia belaka. "Saya tak yakin dengan sistem pengadilan di sini," ujarnya. "Mereka tak memberi daftar saksi-saksi, dokumen-dokumen, spesimen kepada kami. Itu masalah buat kami."

    Ketua pembangkang di parlemen Malaysia itu menghadapi tuduhan meliwat (memperkosa) Mohd. Saiful Bukhari, 25 tahun, bekas stafnya semasa kampanye di Kondominium Desa Damansara, Jalan Setiakasih, Bukit Damansara, antara pukul 3.01 petang dan 4.30 petang pada 26 Juni 2008. Jika terbukti bersalah, Anwar bisa dipenjara maksimal 20 tahun.

    THESTAR | THEMALAYSIANINSIDER | ANDREE PRIYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.