Noynoy Aquino Membidik Arroyo  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kandidat Presiden Filipina,  Benigno 'Noynoy' Aquino III saat melakukan kampanye. REUTERS/Jay Morales/Handout

    Kandidat Presiden Filipina, Benigno 'Noynoy' Aquino III saat melakukan kampanye. REUTERS/Jay Morales/Handout

    TEMPO Interaktif, Manila -Kandidat calon Presiden Filipina, Senator Benigno Aquino III alias Noynoy, kemarin berjanji akan membentuk komisi khusus pada masa awal pemerintahannya. Katanya, komisi ini akan menggelar penyelidikan atas sejumlah skandal yang melibatkan pemerintahan Presiden Gloria Macapagal-Arroyo. "Kantor atau komisi inilah yang nantinya akan memeriksa semua isu pemerintah sebelumnya," katanya.

    Putra mendiang bekas Presiden Corazon Aquino itu mengatakan, bentuk komisi itu mirip Komisi Kepresidenan untuk Pemerintahan yang Baik, sebagaimana dibentuk ibunya semasa menjabat. Presiden Aquino membentuk komisi ini untuk memeriksa kasus-kasus korupsi terhadap Presiden Ferdinand Marcos dan kroni-kroninya.

    "Jika terbukti bersalah, seseorang patut membayar (kesalahan) itu," ujar Senator Aquino, kandidat dari Partai Liberal. Ia memberi contoh tentang penyelidikan Senat Filipina atas dugaan keterlibatan Bapak Negara Jose Miguel "Mike" Arroyo, suami Presiden Gloria Arroyo, beserta putranya, Juan Miguel, dan saudaranya, Iggy (keduanya anggota Kongres Filipina), dalam sebuah permainan ilegal.

    Namun, ide itu dikritik bekas Presiden Joseph Estrada. Kandidat presiden dari Partai Kekuatan Massa Filipina (PMP) ini mengatakan keberadaan komisi itu tak berguna. "Bukankah ibunya yang membentuk komisi itu semasa menjabat? Apa yang terjadi? Nihil!" ujar Estrada. Kata dia, awalnya komisi itu dibentuk Corazon Aquino untuk menyelidiki kasus-kasus korupsi selama Marcos berkuasa.

    "Tapi yang terjadi, lembaga itu justru menjadi sumber korupsi," kata Estrada. "Komisaris-komisarisnya dan mereka yang menjabat menjadi kaya raya selama tahun-tahun itu." Lagi pula, menurut Estrada, yang pernah terjerat kasus korupsi itu, Filipina telah memiliki departemen kehakiman. "Membuat komisi hanya akan menguras pengeluaran pemerintah," ujarnya.

    INQUIRER | ATIMES | ANDREE PRIYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.