Membentuk Pemerintahan Koalisi Irak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, BAGDAD - Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki, Selasa (16/3), mengatakan akan menggelar perundingan dengan parati-partai politik saingannya dalam membentuk sebuah pemerintahan menyusul unggulnya kelompok aliansi dalam pemilu 7 Maret lalu. Alhasil kelompok Maliki hanya menguasai sepertiga kursi di parlemen yang jumlah tak lebih dari 100 kursi dari 325 kursi yang diperebutkan.

    "Kami sudah membentuk komite untuk membahas perundingan dengan partai-partai lain," ujar Abbas al-Bayati dari Partai Negara Hukum pimpinan Al-Maliki. "Kami akan membuka pintu selebar-lebarnya untuk pada siapa saja yang mau bernegosiasi." Aliansi Iraqiya pimpinan bekas Perdana Menteri Ayad Allawi mengatakan kelompoknya akan meraih 80-90 kursi di parlemen.

    Komisi Pemilihan Umum Irak mengatakan total baru 85 persen suara yang dihitung. "Hasil finalnya kemungkinan baru akan diumumkan dua hari lagi," kata seorang anggota komisi seperti diwartakan Bloomberg. Sejumlah analis memperkirakan tak ada partai atau kelompok yang meraih kemenangan mayoritas. Kontestan dari blok aliansi Kurdi, Syiah, dan Sunni meraup kemenangan di wilayah mereka masing-masing.

    Adapun pemerintah Iran kemarin memberi selamat kepada warga Irak atas mulusnya pemilu. "Pemilu berjalan sukses," kata Jurubicara Departemen Luar Negeri Iran Ramim Mehmanparast. "Kami berharap akan segera melihat terbentuknya pemerintahan yang baru karena seluruh wilayah mendapat keuntungan dari terciptanya suasana yang stabil di Irak."

    | BLOOMBERG | BBC | ANDREE PRIYANTO
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?