Utusan PBB Nilai Pemilu Burma Tak Bisa Dipercaya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jenewa - Pemilihan Umum yang akan digelar junta militer Burma tahun ini dinilai kurang bisa dipercaya. Menurut utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa, hal tersebut disebabkan peraturan dalam pemilihan umum melanggar hak asasi manusia.

     

    Utusan Khusus PBB untuk kasus hak asasi manusia di Burma, Tomas Ojea Quintana, mengatakan peraturan-peraturan yang baru dikeluarkan junta melanggar hak asasi manusia karena melarang tahanan politik berpartisipasi.

     

    Ojea Quintana mengatakan tidak ada indikasi junta berniat melepaskan para tahanan politik, yang diperkirakan jumlahnya lebih dari 2.100 orang, atau memberikan kebebasan asasi untuk berekspresi atau berkumpul.

     

    “Dengan kondisi seperti itu, pemilihan umum di Burma tidak bisa dianggap kredibel,” ujar Ojea Quintana dalam jumpa pers usai presentasi di hadapan Dewan Hak Asasi Manusia PBB.

     

    Dengan peraturan tersebut, peraih Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi tidak bisa ikut memilih. Partai Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), memenangkan pemilihan umum pada 1990. Akan tetapi, junta mengabaikan hasil tersebut dan membatalkannya pada Kamis lalu.

     

    REUTERS| KODRAT SETIAWAN

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.