Italia Tangkap 19 Antek Gembong Mafia Cosa Nostra

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Palermo - Pemerintah Italia mengumumkan penangkapan saudara dari bos mafia paling diincar, Matteo Messina Denaro, Senin (15/3). Sebanyak 18 orang lainnya juga ditangkap atas tuduhan membantu Denaro kabur.

     

    Dalam operasi “Golem 2”, lebih dari 200 polisi Palermo dan Trapani di Sisilia menahan Salvatore. Salvatore ditahan bersama kaki tangan Denaro lainnya. Denaro merupakan dedengkot dari bos kelompok mafia Italia, Cosa Nostra. Ia sudah buron sejak 1993.

     

    Menurut keterangan kepolisian setempat, para tersangka terancam tuduhan terlibat merancang korespondensi rahasia dengan Messina Denaro agar dia bisa tetap bebas. Selain itu, mereka juga dijerat tuduhan terlibat mafia, korupsi, dan rencana jahat.

     

    Menteri Dalam Negeri Roberto Maroni mengatakan penangkapan tersebut merupakan salah satu operasi terpenting dalam satu dekade terakhir. Operasi tersebut sekaligus membuka kemungkinan untuk segera menangkap Messina Denaro.

     

    “Kami telah membongkar sistem jaringan bos (mafia) paling berbahaya,” ujar Maroni dalam pernyataannya. “Jaringan itu melindunginya dan saya optimistis kami akan segera menangkapnya.”

     

    Polisi menduga Messina Denaro bersembunyi di rumah salah satu keluarganya di Castelvetrano dan tempat persembunyiannya terus berpindah-pindah.

     

    Messina Denaro belajar menembak sejak usia 14 tahun. Ia buron atas tuduhan membunuh sedikitnya 50 orang. Pada Mei 2002, Messina Denaro diadili secara in absentia dan divonis penjara seumur hidup atas pengeboman 1993 yang menargetkan warga sipil di Milan, Florence, dan Roma. Akibat pengeboman tersebut, sedikitnya 10 orang tewas dan lebih dari 90 orang terluka.

     

    REUTERS| KODRAT SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.