Ledakan Granat di Thailand Lukai Dua Personil Militer

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi pendukung Perdana Menteri terguling Thaksin Shinawatra di Bangkok, Thailand. REUTERS/Kerek Wongsa

    Aksi pendukung Perdana Menteri terguling Thaksin Shinawatra di Bangkok, Thailand. REUTERS/Kerek Wongsa

    TEMPO Interaktif, Bangkok - Ledakan granat melukai dua tentara di basis militer Thailand menyusul demonstrasi, Senin waktu setempat, yang melibatkan puluhan ribu orang antipemeritah di barak militer di pinggiran kota. Unjuk rasa meningkatkan tensi politik di Bangkok.

    Belum jelas siapa di balik serangan tersebut atau ada kaitannya secara langsung dengan kelompok unjuk rasa yang mengenakan kaos merah pendukung mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra. Kejadian itu berlangsung usai Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva menolak tuntutan pengunjuk rasa untuk membubarkan Parlemen dan mengadakan pemilihan umum.

    Dalam pernyataannya di depan layar kaca televisi nasional, Abhisit yang mendapatkan dukungan penuh militer dan elite politik, mengatakan saat ini tak tepat mengadakan pemilihan umum. Sementara itu, menurut para pengamat, jika pemilijan umum itu digelar dalam waktu dekat maka Thaksin bakal memenangkannya.

    Kolonel Nattawat Attanibutt mengatakan penyelidikan awal menunjukkan granat yang ditembakkan ke kompleks militer berasal dari pelontar granat M-79 dari luar. Hal tersebut berdasarkan keterangan Viphavadi-Rangsit Rd., salah satu serdadu korban ledakan yang kini dirawat di rumah sakit.

    "Satu orang terluka di bagian perut, sementara yang lain luka di bagian bahu," ujar Nattawat.

    REUTERS | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.