Chaves Perintahkan Pengaturan Internet  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP Photo/Leonardo Ramirez

    AP Photo/Leonardo Ramirez

    TEMPO Interaktif, Caracas - Presiden Venezuela Hugo Chavez memerintahkan aturan tentang internet. Pada saat yang sama pihak berwenang mengambil tindakan keras terhadap situs berita kritis yang dituduh menyebarkan informasi yang salah.

    Chavez mengungkapkan hal ini dalam pidato di televisi. Menurutnya, internet tidak akan bisa bebas di mana sesuatu dapat dilakukan dan dikatakan. "Setiap negara harus memberi sanksi dan mengaturnya," ujar Chavez akhir pekan lalu waktu setempat.

    Dia mengkhususkan pidatonya itu terhadap sebuah situs berita berbahasa Venezuela Noticiero Digital. Situs ini memang dikenal sebagi situs yang kritis terhadap pemerintah. Menurut Chavez, situs tersebut telah mengabarkan informasi salah ketika sekutu terdekatnya telah terbunuh.

    Chavez pun memerintahkan Kejaksaan Agung setempat mengambil tindakan keras terhadap situs tersebut. Namun belum ada reaksi dari situs itu.

    Chaves secara reguler berselisih dengan media cetak dan media televisi yang kritis. Salah satu chanel anti-Chaves, Radio Caracas Television dipaksa berpindah ke Tv kabel pada 2007 setelah presiden menolak memperbarui izinnya.

    Pada Januari penyedia siaran kabel dan TV salelit juga menghentikan transmisi chanelnya di bawah pemerintah, melawan regulasi yang menyaratkan pada agar menyiarkan pidato Chaves.

    Menunjuk pada Tv chanel satelit, Chavez mengatakan tidak akan ada yang dikirim untuk meracuni pikiran masyarakat karena adanya regulasi dan hukum. "Regulasi, regulasi, hukum,"ujarnya.

    Salah satu Tv tak berbayar yang kritis, Globovision, tengah menghadapi investigasi pemerintah terkait beritanya. Stasiun ini berani mengatakan Chavez, mendukung perdagangan narkotika dan menyokong kegiatan teroris ETA dan FARC.

    Chaves mengatakan tidak dapat memenjarakan tetapi bagian pemerintah yang lain bisa mengambil tindakan. Masyarakat pun, kata dia, juga harus mengambil tindakan.

    Disebutkan pula, wawancara yang dimaksudkan Chavez muncul selama ketegangan antara Spanyol dan Venezuela meningkat. Hal ini terjadi setelah Pengadilan Spanyol mengatakan mempunyai bukti bahwa mata rantai pemerintah Venezuela ke separatis Basque ETA dan Kekuatan revoluisioner sayap kiri Kolombia atau FARC, keduanya diklasifikasikan sebagai organisasi teroris oleh Uni Eropa dan Amerika Serikat.

    Pemerintah Chavez menampik telah mempunyai mata rantai dengan kedua kelompok tersebut. Kedua negara telah mencoba menurunkan ketegangan dengan membuat pernyataan bersama melawan ETA.

    AP l DIAN YULIASTUTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.