Perdana Menteri Thailand Tolak Ancaman Pengunjuk Rasa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Abhisit Vejjajiva. REUTERS/Government Spokesman's Office

    Abhisit Vejjajiva. REUTERS/Government Spokesman's Office

    TEMPO Interaktif, Bangkok - Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejjajiva menolak ultimatum pengunjuk rasa antipemerintah untuk membubarkan Parlemen pada Senin (13/3) siang. Konsekuensinya, Abhisit harus siap menghadapi massa demonstrasi kelompok Kasus Merah pendukung bekas Perdana Menteri Thaksin Shinawatra.

    Abhisit mengatakan di televisi nasional hari ini sekitar pukul 10.00 waktu setempat, dua jam sebelum batas waktu, bahwa ia tidak akan tunduk kepada tuntutan massa Front Persatuan untuk Demokrasi Penentang Kediktatoran (UDD) itu.

    "Para pengunjuk rasa menuntut untuk membubarkan parlemen sebelum tengah hari ini, tetapi partai-partai koalisi setuju bahwa tidak dapat memenuhi permintaan demonstran itu," katanya.

    Sementara, puluhan ribu pengunjuk rasa antipemerintah telah berkumpul di luar sebuah barak militer tempat Abhisit bersembunyi.

    Unjuk rasa para pendukung Thaksin ini adalah salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Sebanyak 50 ribu pasukan tentara dan polisi telah ditempatkan di Bangkok, meskipun sejauh ini demonstrasi berlangsung damai. Beberapa ribu pasukan tambahan juga telah dikirim ke sana untuk memperkuat keamanan.

    BANGKOK POST l BBC l BASUKI RAHMAT  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.