Mesir Membatalkan Peresmian Sinagoga

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Kairo - Mesir membatalkan peresmian sebuah rumah ibadat Yahudi, Sinagoga, pada hari Minggu (14/3). Mereka beralasan keberatan terhadap perlakuan Israel terhadap kaum Muslim di wilayah-wilayah pendudukan di Palestina.

     

    Pihak otoritas Mesir telah menghabiskan waktu tujuh bulan memulihkan reruntuhan Sinagoga Ben Maimon di Kairo. Kepala dewan Zahi Hawass membatalkan acara setelah kritik dari pers mengenai upacara peresmian Sinagoga, yang dihadiri oleh diplomat Israel juga duta besar Amerika.

    "Pembatalan ini datang setelah apa yang terjadi saat pelantikan oleh komunitas Yahudi yang terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang dianggap provokatif terhadap perasaan ratusan juta umat Islam di seluruh dunia, termasuk menari dan minum alkohol," kata Hawass dalam pernyataannya.

    Dia menambahkan bahwa "tempat-tempat suci Islam di Palestina yang diduduki tunduk pada agresi penguasa pendudukan," yang mengutip khususnya tindakan-tindakan kekerasan Israel di Masjid al Aqsha, di Yerusalem.

    Komunitas Yahudi di Mesir, telah kembali ribuan tahun dan pada puncaknya pada tahun 1940 berjumlah sekitar 80.000 orang. Mesir dan Israel berperang dari tahun 1940-1970. kemudian pada 1979 perjanjian damai ditandatangani.

    Dalam pernyataannya, Hawass memuji upaya Mesir untuk mengembalikan Islam, Yahudi dan situs Kristen tanpa memandang agama mereka. "Ini adalah bukti dari toleransi agama di Mesir, sedangkan tempat-tempat suci Islam di Yerusalem dan kota-kota Palestina lainnya tunduk pada kehancuran dan karantina oleh Israel," katanya.

    AP| NUR HARYANTO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.