Seorang Wanita Amerika Didakwa Rancang Serangan Teror

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Washington - Seorang wanita dari Pennsylvania didakwa merancang pembunuhan warga Swedia dan mencoba merekrut teroris melalui internet untuk menyerang di luar negeri. Hal tersebut diungkapkan Departemen Kehakiman Amerika Serikat, Selasa (9/3) waktu setempat.

     

    Wanita bernama Colleen LaRose yang memiliki julukan “Fatima LaRose” dan “JihadJane” dituduh bersekongkol untuk membunuh di luar negeri, berkonspirasi untuk menyediakan dukungan ke teroris, mengeluarkan pernyataan palsu, dan mencoba mencuri identitas.

     

    LaRose mengeluarkan komentar di YouTube pada Juni 2008 yang menyatakan ingin membantu “warga muslim yang menderita”. LaRose mengirim surat elektronik kepada kaki tangannya yang tidak disebutkan namanya untuk menjadi martir dengan menggunakan latar belakangnya sebagai warga Amerika agar mengecohkan petugas. Hal tersebut terungkap dalam dakwaan yang diajukan ke pengadilan federal di Pennsylvania.

     

    Dakwaan tersebut menilai LaRose pada Maret 2009 setuju untuk menikahi tersangka teroris dari negara Asia Selatan dan mencoba untuk mendapat kewarganegaraan di Eropa. Sang warga dari Asia Selatan tersebut meminta LaRose pergi ke Swedia untuk mencari seorang warga Swedia dan membunuhnya.

     

    Pada Selasa, kepolisian Irlandia menahan tujuh orang atas upaya pembunuhan seorang kartunis Swedia, Lars Vilk, yang dianggap melecehkan Nabi Muhammad SAW.

     

    Departemen Kehakiman Amerika Serikat menolak berkomentar apakah kasus di Irlandia terkait dengan kasus LaRose.

     

    “Dakwaan hari ini (Selasa) yang menyebutkan seorang wanita dari kawasan pinggir Amerika setuju untuk melakukan pembunuhan di luar negeri dan menyediakan bantuan kepada teroris,” ujar David Kris, Kepala Divisi Keamanan Nasional Departemen Kehakiman Amerika.

     

    REUTERS| KODRAT SETIAWAN

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.