Detik-detik Terakhir Pembunuhan Mabhouh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mahmoud al-Mabhouh (bawah) diikuti oleh tersangka pembunuhnya, terekam oleh CCTV. REUTERS

    Mahmoud al-Mabhouh (bawah) diikuti oleh tersangka pembunuhnya, terekam oleh CCTV. REUTERS

    TEMPO Interaktif, Dubai - "Lihat," kata Kepala polisi Dubai. "Ada Gail dan Kevin." Dalam tayangan video, polisi ini menunjukkan video kompilasi dari kamera keamanan yang menunjukkan peristiwa pembunuhan sekitar operasi Hamas Mahmoud al-Mabhouh.

    Pada satu-satunya jumpa pers sejak mayat ditemukan 20 Januari di kamar Hotel Al-Bustan Rotana di Dubai, Letnan Jenderal Dahi Khalfan Tamim, kepala polisi, memberikan jadwal audiovisual yang rinci tentang apa yang terjadi.

    Mereka mempresentasikan video yang di luar dugaan anggota tim pemukul melewati garbarata, Terminal 3 di Bandar Udara Internasional Dubai. Wajah-wajah yang buram dan pixel-bopeng di dalam rekaman, tapi Tamim percaya mampu mengidenitifikasi mereka, dengan hanya menggunakan nama pertama mereka.

    Dalam satu klip, serang berambut cerah "Gail" masuk ke sebuah kamar mandi hotel dan muncul kemudian dengan wig gelap. Sedang lainnya, seorang berkepala botak "Kevin" muncul dengan rambut palsu tebal dan gelap serta kumis dan kacamata berbingkai hitam.

    Al-Mabhouh tiba di hotel sekitar pukul 3.30 sore waktu Dubai. Pada saat yang sama Gail bersiap-siap di lobi pianis. Suhu udara di luar 26 Celcius, sehingga Al-Mabhouh berdiri keluar dengan mantel musim dingin warna cokelat. Setelah memeriksa, ia naik lift ke lantai dua - dan dua tersangka membuntuti dengan membawa perlengkapan tenis.

    Di lantai kamar Mabhouh, yang diambil dari kamera lain dia naik muncul dan pergi ke kamarnya, tidak di kamar nomor 230. Salah satu “pria dengan peralatan tenis” diam-diam berjalan-jalan di belakangnya. Dia ingin melihat apa dia memasuki ruangan, kata polisi Dubai. Orang berbeda berada di depan lift, berbicara dengan sebuah alat di tangannya, sampai rekannya kembali.

    Segera setelah itu, seorang anggota tim yang berbeda menyebut Rotana dari hotel lain memesan kamar 237 - tepat di seberang lorong dari kamar al-Mabhouh. Polisi mengatakan 237 kamar berfungsi sebagai basis mereka untuk melaksanakan serangan.

    Inilah kronologi pembunuhan petinggi Hamas, yang menggegerkan dunia berdasar waktu:

    4.23 - Al-Mabhouh meninggalkan hotel. "Gail" dan "Kevin" menuju ke Kamar 237.

    6.21 - "Gail" terlihat membawa tas ke tempat parkir. Polisi mengatakan mereka memberi sebutan dengan "tim eksekusi," mungkin termasuk perubahan pakaian dan penyamaran.

    6.32: pertama dua orang "tim eksekusi" memasuki hotel, naik di lift dan menuju kamar 237. Dua menit kemudian, pasangan kedua bergabung dengan mereka. Mereka semua berpakaian dengan cara yang serupa: baju atau kemeja polo dan topi baseball.

    8.00: Seseorang mencoba untuk masuk dan tidak berhasil memprogram ulang kunci elektronik di pintu kamar al-Mabhouh, menurut catatan hotel. Usaha ini dibatalkan oleh "Kevin," yang menjaga dekat lift ketika seorang turis tiba di lantai yang sama untuk mencari kamarnya, kata polisi. Dalam rekaman itu, "Kevin," menyamar sebagai karyawan hotel, menghentikan turis berperut buncit, menyapanya dengan ramah, melihat kartu kuncinya, tersenyum, lalu akhirnya membiarkan dia lewati lorong.

    8.24: Al-Mabhouh kembali membawa tas belanja. Sebuah kamera menunjukkan dia berbelok ke arah kamar 230. Dia tampak santai. Ini gambar terakhir dia hidup.

    Beberapa saat kemudian, "Gail" muncul dari lorong dan melewati lift, berbicara di ponsel. Dia lewat di bawah kamera keamanan, terlihat dia tersenyum lebar di wajahnya. Dia dan "Kevin" berkeliaran di sana - berjaga-jaga, polisi mengatakan, itu saat pembunuhan terjadi.

    Hanya butuh waktu sepuluh menit, kata polisi. Al-Mabhouh adalah seorang pria kekar, tetapi tidak sepadan untuk menghadapi tim dengan empat pembunuh.

    Tes forensik menunjukkan bahwa ia pertama kali disuntikkan di paha dengan cepat bertindak melemaskan ototnya, yang disebut succinylcholine, yang dikatakan sulit untuk dideteksi. Kemudian ia mati lemas dengan dibekap bantal, kata polisi.

    8.46: Keempat anggota "tim eksekusi" muncul dari koridor dan turun di lift. Seperti tak ada yang terjadi. Mereka mengobrol dan berjalan tanpa terlihat sedikitpun tergesa-gesa. Satu membawa tas besar dan dua lainnya menenteng ransel di bahu mereka. Beberapa saat kemudian, "Gail" dan "Kevin" pergi secara terpisah.

    Mayat Al-Mabhouh ditemukan pertama kali pada sore berikutnya. Pada saat itu, semua tersangka telah meninggalkan Dubai, kata polisi.


    AP| NUR HARYANTO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.