Korea Utara Perkuat Senjata Atom  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara Korea Selatan menyebrangi Sungai Nam Han saat latihan militer untuk menghadapi kemungkinan serangan dari Korea Utara, Rabu (16/12).  AP Photo/Ahn Young-joon

    Tentara Korea Selatan menyebrangi Sungai Nam Han saat latihan militer untuk menghadapi kemungkinan serangan dari Korea Utara, Rabu (16/12). AP Photo/Ahn Young-joon

    TEMPO Interaktif, Jakarta -Korea Utara mengaku pihaknya akan memperkuat senjata atomnya, dan tidak lagi terikat dengan gencatan senjata yang mengakhiri Perang Korea karena Amerika Serikat. Sementara Korea Selatan melakukan pelatihan perang, yang dimulai pekan ini.

    Pernyataan itu muncul hanya beberapa hari setelah seorang diplomat senior China mengatakan, Beijing menginginkan perundingan internasional yang macet, dimulai kembali sebelum Juli. Perundingan internasional yang macet tersebut bertujuan penghentian kegiatan-kegiatan senjata nuklir Korea Utara.

    Para pengamat internasional di negara itu mengatakan, peringatan Korea Utara itu, yang biasanya dilakukan bertepatan dengan pelatihan-pelatihan militer, tidak akan menimbulkan risiko bagi semenanjung itu. Korea Utara secara rutin mengecam pelatihan militer tahunan Amerika Serikat-Korea Selatan sebagai awal satu invasi dan perang nuklir. Kendati demikian, pelatihan itu tetap dilakukan selama puluhan tahun tanpa ada insiden penting.

    "Proses denuklirisasi Semenanjung Korea tentu saja akan macet," kata kantor berita resmi Korut (KCNA) mengutip pernyataan seorang perwira militer. "Tidak logis untuk bertatap muka dengan mitra dialog, yang membawa awan gelap perang nuklir sementara mengarahkan senjatanya kepada pihak lain, dan membicarakan perdamaian dan kerja sama dengan dia."

    Pelatihan "Resolve/Foal Eagle" berlangsung pekan ini hingga 18 Maret, dan melibatkan ribuan tentara. Korea Utara mendapat tekanan untuk kembali ke perundingan enam negara perlucutan senjata nuklirnya, dengan imbalan bantuan. Hal itu karena sanksi-sanksi PBB yang diberlakukan setelah uji coba nuklir Mei 2009.


    ANGIOLA HARRY | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.