Gereja Kuala Lumpur Tuntut Permintaan Maaf Wartawan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Kuala Lumpur - Uskup Agung Kuala Lumpur mengatakan Gereja Katolik tidak akan menuntut tindakan hukum terhadap sebuah majalah dan dua wartawan muslim yang mengikuti upacara keagamaan Katolik jika bersedia meminta maaf ke publik.

    Kedua wartawan tersebut telah menerbitkan sebuah artikel di majalah Al-Islam Mei 2009, yang menjelaskan bagaimana mereka mengambil roti putih dan meludah keluar setelah bergabung dengan pelayanan gereja untuk melakukan suatu penyelidikan mengenai kristenisasi.

    Uskup Agung Pakiam Murphy menilai perbuatan wartawan tersebut tidak menunjukkan rasa hormat terhadap komunitas Katolik. "Permintaan maaf secara terbuka atas tindakan mereka perlu dilakukan oleh editor dan reporter majalah tersebut."

    Dua pemeluk Katolik telah melaporkan majalah itu kepada Kepolisian. Pekan lalu, Jaksa Agung menyatakan tidak akan mengajukan tuntutan terhadap pihak majalah.

    Uskup Agung mengaku kecewa dengan keputusan itu dan mengatakan bila kasus tersebut tidak diproses secara hukum maka perbuatan wartawan tersebut dapat dianggap sebagai tindakan yang tidak keliru. Padahal kejahatan memprovokasi perselisihan agama di Malaysia dapat diancam hukuman penjara hingga lima tahun.

    Pemerintah dinilai terlalu mendasarkan pada ajaran Islam. Contohnya dalam beberapa bulan terakhir pemerintah melarang penggunaan kata 'Allah' oleh nonmuslim. Pelarangan ini dapat memicu konflik.

    TODAYONLIE.COM l BASUKI RAHMAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.