Libya Ancam Perusahaan Minyak Amerika  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Algiers - Pejabat tinggi negara perusahaan minyak Libya, resmi memanggil para pemimpin perusahaan-perusahaan energi Amerika Serikat di negara itu, Kamis. Mereka diingatkan bahwa pertikaian diplomatik dengan Washington bisa berdampak negatif terhadap perusahaan-perusahaan Amerika di Libya.

    National Oil Corporation (NOC), perusahaan minyak dan gas bumi Libya, menyampaikan protes kepada para kepala perwakilan lokal ExxonMobil, ConocoPhillips, dan Marathon, tentang pernyataan seorang pejabat di Departemen Luar Negeri Amerika menyangkut pernyataan Pemimpin Libya Moamar Kadhafi.

    "Sekretaris Komite Manajemen dari National Oil Corporation (Shokri Ghanem) memanggil para kepala perusahaan minyak Amerika yang beroperasi di Libya," sebut NOC dalam sebuah pernyataan di www.noclibya.com.ly.

    "Dia mengatakan kepada perusahaan-perusahaan tersebut bahwa ini pernyataan yang dibuat oleh seorang juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika itu kepada media adalah kebencian dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab."

    Pejabat Departemen Luar Negeri Amerika yang membuat pernyataan -merujuk pada pidato Kadhafi soal seruan perlawanan senjata terhadap Swiss- dinilai tidak memahami isi pidato Kadhafi dan tidak tahu bahwa pernyataan seperti itu akan berdampak negatif terhadap perusahaan-perusahaan Amerika yang beroperasi di Libya.

    Pejabat eksekutif Amerika dalam pertemuan itu menyatakan penyesalan atas adanya pernyataan tersebut dan mengatakan akan memberitahu kepada pemerintah Amerika bahwa komentar seperti itu bakal membahayakan kepentingan perusahaan-perusahaan minyak Amerika.

    Kementerian Luar Negeri Libya, Rabu, menuntut permintaan maaf dari Amerika setelah seorang Juru Bicara Departemen Luar Negeri PJ Crowley membuat komentar pedas pada konferensi pers tentang seruan Kadhafi untuk jihad melawan Swiss.

    REUTERS l BASUKI RAHMAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.