Anwar Ibrahim: Oposisi Tetap Kuat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Putrajaya - Pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim, menegaskan bahwa Pakatan Rakyat tetap kuat meski dalam dua pekan terakhir ada tiga anggota parlemen yang mengundurkan diri.

    Ia mengaku tidak terkejut atas mundurnya tiga kader Partai Keadilan Rakyat (PKR) tersebut. Karena itu, ia menilai tidak ada alasan kuat untuk membubarkan PKR atau Pakatan Rakyat hanya karena masalah tersebut. "Apakah itu sebuah kejutan? Apakah ada kudeta besar?" ia bertanya balik kepada wartawan.

    Ketiga anggota parlemen yang mundur itu berasal dari PKR, yakni Tan Tee Beng, mantan Wakil Menteri Besar Penang Mohamad Fairus Khairuddin, dan Salehuddin Hashim.

    Soal pengunduran diri Fairus, menurut Anwar, lantaran ia tidak berkualitas sehingga tak mampu mengimbangi kinerja Menteri Besar Lim Guan Eng dari Partai Aksi Demokratik (DAP). Sedangkan Salehuddin mundur karena sudah mengajukan hal itu sejak tahun lalu.

    Meski tetap mendukung kepemimpinan Anwar dalam Pakatan Rakyat, Partai Islam se-Malaysia (PAS) mengaku kaget terhadap perkembangan terbaru. "Kami menyesalkan tindakan yang diambil beberapa anggota parlemen dari Pakatan Rakyat yang memilih meninggalkan prinsip-prinsip perjuangan kita," kata 23 anggota parlemen dan tiga senator dari PAS dalam pernyataan tertulis mereka.

    Pakatan Rakyat terbentuk menjelang pemilihan umum dua tahun lalu, yang terdiri atas PKR, PAS, dan DAP. Popularitas Anwar yang meroket menjadikan aliansi oposisi itu meraup 82 dari 222 kursi di parlemen.

    Semua anggota parlemen DAP pun menyatakan dukungan terhadap Anwar Ibrahim dan tetap mencalonkan dia sebagai perdana menteri dari Pakatan Rakyat. "Berhentinya sejumlah anggota parlemen PKR hanya anomali jangka pendeka dan tidak mencerminkan sokongan yang diberikan rakyat terhadap PKR dan Pakatan Rakyat."

    Asia One | Malaysian Insider | Sin Chew Jit Poh | Faisal Assegaf


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.