Kepala Polisi Guatemala dan Gembong Narkoba Ditahan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Guatemala City - Kepala Kepolisian Nasional Guatemala dan gembong anti-narkoba ditahan hari Selasa dalam kasus pencurian kokain yang menyebabkan kematian lima agen polisi.

    Jaksa Agung Amilcar Band mengatakan kepada The Associated Press bahwa Kepala Kepolisian Baltazar Gonzalez, gembong anti-narkoba Nelly Bonilla, dan yang ketiga, seorang pejabat, resmi ditahan "karena terkait dengan perampokan narkoba di Amatitlan Maret 2009."

    Tak satu pun dari ketiganya telah didakwa.

    Velasquez tidak menggambarkan bagaimana kematian agen itu berhubungan dengan kokain yang dicuri di Amatitlan, tepat di sebelah selatan Guatemala City dan para pejabat tidak segera memberikan rincian tentang kasus itu.

    Gonzalez adalah kepala polisi nasional kedua yang akan ditahan atas tuduhan terkait narkoba dalam satu tahun terakhir. Pada bulan September, Porfirio Perez diskors dan kemudian ditahan karena dituduh mencuri US$ 300 ribu dari penyelundup. Dia sedang menunggu persidangan.

    Penangkapan hari Selasa mengguncang pemerintahan kiri Presiden Alvaro Colom hanya beberapa hari sebelum ia dijadwalkan untuk mendiskusikan perang narkoba negaranya dengan Menteri Luar Negeri AS Hillary Rodham Clinton, yang akan berkunjung ke Guatemala sebagai bagian dari tur melalui Amerika Latin minggu ini.

    Pada hari Minggu, Colom memecat Menteri Dalam Negeri Raul Band, yang telah menandatangani kontrak senilai US$ 6.2 juta dengan sebuah perusahaan swasta untuk membeli bahan bakar untuk kepolisian. Pihak berwenang mengatakan perusahaan menggelapkan uang. Velazquez tidak dikenakan pelanggaran.

    Guatemala telah lama berjuang untuk melawan korupsi di antara aparat penegak hukum yang mengawasi perang melawan geng perdagangan narkoba.

    AP | EZ
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.