Bom di Kandahar Membunuh Staf NATO dan Warga Sipil Afganistan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi Afghanistan dan tentara Amerika berusaha memadamkan truk yang terbakar, yang merupakan bom bunuh diri, di depan kedutan besar Jerman di Kabul (17/1). Foto: AFP/Massoud Hossaini

    Polisi Afghanistan dan tentara Amerika berusaha memadamkan truk yang terbakar, yang merupakan bom bunuh diri, di depan kedutan besar Jerman di Kabul (17/1). Foto: AFP/Massoud Hossaini

    TEMPO Interaktif, Kandahar - Sebuah bom mobil meledak saat iring-iringan NATO melintas jembatan, Senin waktu setempat, di luar selatan Afganistan di Kotamadya Kandahar menyebabkan staf NATO tewas dan empat warga sipil Afganistan. Demikian penjelasan pejabat.

    Menurut pejabat militer di tempat kejadian Inhamullah Khan, pelaku serangan sengaja menunggu dalam taksi station-wagon di jembatan antara bandara dengan kota. "Ketika konvoi kendaraan NATO melintas jembatan, pelaku meledakkan bom yang menimpa kendaraan militer sehingga jatuh ke jurang," ujar Khan.

    Akibat serangan itu, jelas Mayor Marcin Walczak tentara asal Polandia sekalus juru bicara koalisi pasukan internasional, seorang staf NATO tewas. Namun dia tak bersedia menyebutkan asal kewargannegaraan korban.

    Sementara itu Menteri Dalam Negeri Afganistan membenarkan empat korban sipil tewas akibat serangan bom bunuh diri. Tiga di antaranya tewas di dalam mobil, sementara satu lagi meninggal di perjalanan.

    Kota Kandahar merupakan ibu kota provinsi Kandahar terletak di timur provinsi Helmand dimana ribuan pasukan Amerika Serikat, NATO, serta Afganistan melakukan serangan besar-besaran selama dua minggu di kota Marjah.

    AP | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?