Pemimpin Hamas Ceroboh Sehingga Mossad Bisa Melacak di Dubai

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP Photo/Hatem Moussa

    AP Photo/Hatem Moussa

    TEMPO Interaktif, Gaza - Mahmoud al-Mabhouh melakukan kecerobohan sehingga kehadirannya di Dubai dicium dan ditunggu kelompok pembunuh yang 99 persen dipercaya polisi setempat sebagai Mossad. Ia menelpun kerabat yang tinggal di Gaza, memberi tahu rencana kepergian ke Dubai.

    Al-Mabhouh tinggal di Suriah dan terbang ke Dubai dengan nama samaran Mahmaoud AbdulRa'ouf Mohammed.

    Meski sudah menggunakan nama samaran, Mossad sudah mencium kehadirannya dengan akurat. Beberapa jam sebelumnya mereka sudah berdatangan ke Dubai.

    Di bandara, Mossad menunggu al-Mabhouh menunggu di bandara, jelas tahu persis dengan pesawat apa ia tiba dan jam berapa akan mendarat.

    Mereka juga menunggu di hotelnya, Hotel al-Bustan Rotan. Dalam rekaman kamera keamanan tampak bagaimana dua pengintai--berpakaian seperti tamu hotel yang akan bermain tenis--mengikuti al-Mabhouh hingga tahu nomor kamarnya.

    Mereka sudah hampir yakin bahwa al-Mabhouh bakal menginap di tempat itu, meski masih menempatkan satu pengintai di hotel lain yang kadang juga menjadi tempat al-Mabhouh menginap.

    Di hotel itu, Mossad membunuh al-Mabhouh dengan setrum listrik. Jejak pembunuhan sangat halus sehingga tokoh Hamas ini bisa dikira meninggal karena sebab alami.

    Menurut seorang pejabat Hamas di Gaza, Salah al-Bardawil, al-Mabhouh diduga bisa terlacak oleh Mossad karena kurang berhati-hati. "Al-Mabhouh menelpun kerabat di Gaza sebelum ia meninggalkan ibu kota Suriah," kata al-Bardawil.

    Tidak hanya itu, al-Mabhouh juga memberi tahu kerabat itu di mana ia tinggal di Dubai dan pada jam berapa ia bisa dihubungi di hotel itu.

    Ketidakhati-hatian ini bertambah karena al-Mabhouh memesan kamar dengan Internet. "Telepon dan Internet bisa saja disadap," katanya seperti dikutip kantor berita Cina, Xinhua.

    Dari sadapan ini kemungkinan Mossad kemudian mengirim tim ke Dubai. Gerakan tim pembunuh terekam di kamera keamanan yang tersebar di Dubai dan wajah mereka terlacak oleh program komputer yang untuk mengenali wajah.

    Pemerintah Israel sendiri berulang-kali menyatakan tidak ada bukti bahwa mereka terlibat dalam pembunuhan. Pelacakan paspor Jerman yang dipakai salah satu pembunuh memperlihatkan bahwa ia berasal dari Israel dan memiliki latar belakang mencurigakan.

    NURKHOIRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.