Wanita Mualaf Itu Ikut Tewas Dalam Bom Bunuh Diri di Pasar Pakistan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang polisi menarik pria yang terluka akibat ledakan bom di Mingora, Pakistan (22/2). REUTERS/Hazrat Ali Bacha

    Seorang polisi menarik pria yang terluka akibat ledakan bom di Mingora, Pakistan (22/2). REUTERS/Hazrat Ali Bacha

    TEMPO Interaktif, Pakistan: Seorang wanita Inggris yang masuk Islam dan pindah ke Pakistan untuk mengikuti suaminya ikut tewas dalam serangan bom bunuh diri.

     

    Belinda Khan pergi ke pasar untuk berbelanja. Malang tak dapat ditolak dan untutng tak dapat diraih, wanita mualaf ini ikut menjadi korban ketika ledakan bom menghancurkan pasar yang sibuk di Mingora, kota utama di Lembah Swat.

    Sebelumnya, kehidupan Khan memang dikelilingi tragedi. Suami pertamanya, Yahya Khan –juga orang Pakistan-- terbunuh oleh Taliban pada tahun 2008.

    Belinda Khan berasal dari Porth, Rhondda, sebelah selatan Wales, baru saja kembali ke Pakistan pada tanggal 8 Februari. Rencananya dia akan menghadiri pesta pernikahan saudara iparnya, Saeed Khan, pada hari berikutnya.

    Untuk mempersiapkan pesta, Belinda Khan pergi berbelanja di Pasar Mingora ketika nasib naas menghampirinya. Bom mobil meledak pada hari Senin (22/2), menewaskan sedikitnya delapan orang dan melukai puluhan lainnya.

    Suami barunya mengatakan: "Dia datang untuk mendapatkan kehidupan kedua dengan saya. Saya dan keluarga saya sangat kehilangan dia."

    Sementara Karen Kirby, tetangga Belinda Khan, di Porth, mengatakan ia sangat terkejut. Dia mengatakan bahwa Khan telah kembali tahun lalu, tetapi dia telah mengenalnya sejak Khan masih gadis. "Dia dibesarkan di sini dan nama aslinya adalah Evans. Saya mengerti bahwa dia pindah ke sini dari Cardiff," kata Kirby.

    GUARDIAN| SKYNEWS| NUR HARYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?