Cheney Kena Serangan Jantung Untuk Kelima Kalinya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dick Cheney. AP/Susan Walsh

    Dick Cheney. AP/Susan Walsh

    TEMPO Interaktif, Washington – Dick Cheney terkena serangan jantung ringan. Ini serangan untuk kelima kalinya. Serangan yang terakhir ini memang tak hubungannya dengan masalah Bank Century di Indonesia, kalau kemudian mantan wakil presiden Amerika Serikat ini mendadak harus dilarikan ke rumah sakit.

     

    Pria berusia 69 tahun ini diperkirakan akan meninggalkan rumah sakit George Washington University akhir pekan ini. Cheney, yang menjabat wakil di bawah Presiden George W Bush, dibawa ke rumah sakit pada hari Senin setelah menderita sakit dada.

    Dia memiliki sejarah panjang masalah jantung termasuk empat serangan jantung sebelumnya. "Pengujian laboratorium mengungkapkan bukti adanya serangan jantung ringan," lapor kantor Cheney. "Dia menjalani tes stres dan catheterisation jantung. Ia merasa baik dan diharapkan untuk dipulangkan pada hari berikutnya atau dua setelah masuk."

    Serangan jantung sebelumnya terjadi tidak lama setelah pemilihan umum November 2000 ketika ia terpilih sebagai wakil President. Tak lama setelah itu, Cheney pada tahun 2001, mendapat implan defibrilator jantung untuk memonitor jantungnya dan menormalkan irama jantungnya jika terjadi serangan. Perangkat itu diganti pada 2007 karena baterainya sudah melemah.

    Sejak meninggalkan Gedung Putih, mantan wakil presiden ini tetap menjaga profilnya di kancah politik. Dia berdebat dengan kabinet Obama atas rencana penutupan Teluk Guantanamo dan membuat penampilan kejutan minggu lalu pada Konferensi Aksi Politik Konservatif.

    Didampingi oleh Liz putrinya, ia disambut dengan nyanyian "Run, Dick, Run," tetapi ia menjawabnya: "Aku tidak akan melakukannya."


    REUTERS| SKYNEWS| NUR HARYANTO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.