Banjir di Portugal, 42 Orang Tewas Empat Hilang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS

    REUTERS

    TEMPO Interaktif, Funchal, Kepulauan Madeira - Tim Penyelamat bekerja terus keras menggunakan sejumlah buldoser dan peralatan berat lainnya, Senin waktu setempat, untuk mencari sedikitnya empat korban hilang sejak terjadinya banjir dan bukit longsor yang menewaskan 42 orang di Kepulauan Madeira, Portugal.

    Menurut keterangan pejabat setempat, Tim Penyelamat juga menggunakan 400 kendaraan yang bekerja sepanjang malam Minggu guna membersihkan lumpur, bebatuan, dan batang-batang pohon yang tumbang di sekitar ibu kota Funcahal.

    Hingga kini, dari Sabtu lalu, jalan-jalan utama terblokir oleh puing-puing bangunan dan lumpur, termasuk bangunan rumah yang rusak berikut sejumlah kendaraan.

    "Hanya empat orang hingga Senin ini belum diketahui identitasnya. Lebih dari 120 orang terluka," papar pejabat yang tak mau disebutkan namanya.

    Kepala Pemerintahan Daerah Alberto Joao Jardim menghimbau, jika memungkinkan seluruh warga diminta tetap tinggal di rumah masing-masing. Sedangkan sekolah-sekolah di Madeira yang menampung 30 ribu siswa diliburkan sementara.

    Pejabat setempat menyebutkan, banjir yang terburuk di Portugal ini disebabkan oleh badai dari Lautan Atlantik, Sabtu, bersamaan dengan itu hujan turun sangat deras selama delapan jam di kepulauan tersebut.

    Menyikapi peristiwa itu, pemerintah Portugal langsung mengadakan sidang khusus Kabinet, Senin, seraya mengumumkan hari berkabung selama tiga hari untuk menghormati para korban banjir. Pemerintah juga memutuskan memberikan bantuan keuangan ke Madeira untuk pembangunan kembali jalan-jalan yang rusak dan sejumlah jembatan yang hancur. Namun hingga kini pemerintah daerah Madeira belum bisa memperkirakan dana yang dibutuhkan.

    Sementara itu, akhir Ahad kemarin, perusahaan telekomunikasi Portugal menyebutkan banjir tersebut menyebabkan 85 persen telepon seluler dan telepon rumah di kepulauan tersebut rusak.

    Kini para korban yang dimasukkan ke kantong mayat warna putih ditempatkan di pelabuhan udara internasional Funcahal untuk disemayamkan. Di antara para korban tewas terdapat petugas pemadam kebakaran yang tersapu banjir lumpur saat dia menyelamatkan seorang perempuan.

    Di bagian lain, pejabat kementerian luar negeri Inggris membenarkan salah seorang warganya tewas akibat bencana tersebut, namun menolak detail ciri-ciri korban. Dia menyebutkan, beberapa warga Inggris berada di rumah sakit Madeira. Kepulauan sangat disukai wisatawan asal Inggris karena iklimnya dianggap cocok.

    Madeira merupakan kepulauan utama di Portugal memiliki jumlah penduduk seitar 250 ribu orang, terletak di Samudera Atlantik atau sekitar 480 kilometer sebelah barat pantai Afrika.

    Menurut saksi korban, banjir badang di Madeira begitu kuat yang turun dari pegunungan hingga menyeruak ke kota kemudian berputar di bawah kolong jembatan sekaligus menghancurkannya. "Kami mendengar suara sangat keras, seperti gelegar halilintar dan tanah bergetar. Kami baru menyadari ternyata ada air turun dari ketinggian," ujar Briton Simon Burbage.

    Banyak penduduk terperangkat oleh serbuan air bah, mereka mencoba menyelamatkan diri dengan cara menempel dan berpegangan di beberapa pagar jalan agar tak hanyut. Sedangkan puluhan kendaraan terjungkir balik karena tergerus arus deras.

    "Peristiwanya sangat mengerikan, beberapa mobil tersangkut di atap, bahkan sejumlah van dan truk berjumpalitan," kata wisatawan asal Jerman Andreas Hoisser.

    Saat ini Tim Kesehatan, sejumlah penyelam, dan para ahli penyelamat dari daratan Portugal berjarak 900 kilometer dari Madeira tiba. Mereka diangkut pesawat militer untuk membantu pencarian para korban.


    AP | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.