Pertempuran Marjah Semakin Sengit, Korban Sipil Bertambah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS

    REUTERS

    TEMPO Interaktif, Marjah, Afganistan - Marinir Amerika dan tentara Afganistan bergerak maju melalui ladang-ladang candu di Marjah pada hari Sabtu di bawah tembakan para pejuang Taliban yang menembak dari rumah-rumah warga.

    Presiden Hamid Karzai mendesak NATO untuk berbuat lebih banyak melindungi warga sipil dalam operasi tempur untuk mengamankan Marjah, benteng Taliban di selatan, yang merupakan serangan terbesar dari perang delapan tahun itu.

    Pasukan NATO berulang kali mengatakan mereka ingin mencegah korban sipil tetapi mengakui bahwa hal itu tidak selalu mungkin. Pada hari Sabtu, aliansi mengatakan tentara membunuh warga sipil di wilayah Marjah, yang membuat korban sipil dari operasi itu mencapai setidaknya 16 jiwa.

    Berpidato di sesi pembukaan parlemen Afganistan di Kabul, Karzai mengangkat foto gadis 8 tahun yang kehilangan 12 kerabatnya dalam serangan roket NATO pada hari kedua serangan Marjah, yang dimulai 13 Februari.

    Karzai mengatakan NATO telah mencapai kemajuan dalam mengurangi korban sipil dan berterima kasih kepada komandan puncak, Jenderal Stanley McChrystal, untuk "jujur kepada kami dalam serangan ini." Namun Karzai mengatakan lebih banyak yang harus dilakukan untuk melindungi warga sipil yang terperangkap dalam pertempuran.

    "Kita perlu mencapai titik di mana tidak ada korban sipil," kata Karzai. "Upaya kami dan kritik kami akan terus sampai kita mencapai tujuan itu."

    Operasi Marjah merupakan ujian utama terhadap strategi NATO yang menekankan perlindungan warga sipil saat menghadapi pejuang Taliban secepat mungkin. Ini juga merupakan operasi darat pertama sejak Presiden Barack Obama memerintahkan 30 ribu pasukan tambahan ke Afganistan untuk mengekang kebangkitan Taliban.

    Setelah kota aman, NATO berencana untuk segera membangun pemerintahan sipil Afgan, memperbaiki layanan publik dan memberikan bantuan untuk membantu memenangkan loyalitas penduduk dan mencegah Taliban kembali.

    Saat serangan memasuki minggu kedua, Marinir dan tentara Afganistan menghadapi berjam-jam seragan sporadis namun intensif dari penembak jitu. Pasukan berjongkok untuk berlindung di parit berlumpur, menembakkan senapan, senapan mesin, dan granat saat peluru Taliban mendesing.

    Sebuah pernyataan NATO mengatakan pertempuran berkobar di timur laut dan barat kota, "tapi aktivitas pemberontak tidak terbatas pada daerah tersebut."

    Dua belas tentara NATO tewas sejauh ini dalam serangan di provinsi Helmand, dan seorang pejabat Marinir senior mengatakan laporan intelijen menunjukkan lebih dari 120 pemberontak telah meninggal.

    AP | EZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?