Senat AS Setuju Beri Bantuan untuk Militer Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Washington:Senat Amerika Serikat setuju memberikan bantuan untuk militer Indonesia dalam rangka memerangi terorisme, namun secara terbatas. Hal tersebut tertuang dalam rancangan undang-udang yang dibuat Komisi Aneksasi, Kamis (18/7) waktu setempat. Komisi tersebut memutuskan untuk menambah bantuan luar negeri sebesar US $ 16,4 miliar. Untuk militer Indonesia, RUU tersebut menetapkan anggaran bantuan sebesar US $ 400 ribu. Dengan demikian penetapan anggaran tersebut sekaligus merupakan pencabutan sanksi bantuan untuk Indonesia setelah AS menuding militer Indonesia melanggar hak asasi manusia di Timor Timur. "Ini bukan soal besarnya bantuan, tapi lebih kepada simbol saja," kata Senator Deniel Inouye, seorang demokrat Hawaii. Dia juga mengatakan, jika AS tetap menolak bantuan kepada Indonesia berarti negara itu tak mengakui kemajuan demokrasi yang sudah berlangsung sejak Presiden Megawati Soekarnoputri terpilih. Apalagi, saat ini Indonesia tengah menghadapi guncangan dari kelompok Islam garis keras. "Kita bisa menyediakan beberapa latihan yang mereka butuhkan sehingga militer Indonesia bisa mencegah perlakuan teroris seperti terjadi pada Amerika," ujar Ted Stevens, seorang republikan Alaska. Sementara itu, Senator Patrik Leahy, demokrat Vermont yang duduk sebagai Ketua Sub Komisi Operasi Luar Negeri, mencoba berbicara lain. Menurut dia, Indonesia tetap harus mempertanggungjawabkan sejumlah hal, seperti pembunuhan massal di Timor Timur, prostitusi anak, dan penangangan kelompok muslim radikal. Ia juga mengatakan, pemerintah Amerika bisa saja menambah program-program lain untuk Jakarta, tapi tidak harus membantu militer Indonesia. Pembahasan mengenai bantuan untuk militer Indonesia itu merupakan bagian rapat yang hangat dan mengundang perdebatan sengit.(Bagja Hidayat-Reuters)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.