Enam Pasukan NATO Tewas Dalam Serangan di Afganistan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Perusahaan Fire Support 1, Royal Welsh mengambil gambar retina warga Afganistan pada operasi

    Anggota Perusahaan Fire Support 1, Royal Welsh mengambil gambar retina warga Afganistan pada operasi "Moshtarak" dekat Marjah, di provinsi Helmand Afghanistan, Minggu (14/2). AP Photo/Departemen Pertahanan, SSGT Mark Jones

    TEMPO Interaktif, Jumlah pasukan NATO yang tewas di Afganistan kian bertambah. Pekan ini sejak serbuan serdadu aliansi NATO ke Marjah kawasan yang dikuasai Taliban di Afganistan selam enam hari, enam serdadu NATO meregang nyawa. Angka ini menambah jumlah korban di pihak pasukan aliansi. Sebelumnya, pekan lalu, 11 pasukan gabungan NATO dan seorang tentara Afganistan tewas.

    Ofensi gabungan di Marjah merupakan serangan terbesar sejak invasi 2001 ke Afganistan dipimpin oleh Amerika Serikat. Serangan ini sekaligus juga sebagai ujian bagi strategi Presiden Barack Obama untuk menghancurkan Taliban tanpa merugikan warga sipil.

    Sementara itu, seorang jenderal Amerika Serikat menyatakan, pasukan internasional telah menguasai jalan-jalan utama dan pasar-pasar di Marjah, tetapi pertempuran masih terus berlangsung di selatan kawasan pertanian. Seorang jenderal dari Inggris berharap pada bulan-bulan berikutnya pasukan gabungan bisa menguasai kawasan tersebut.

    Menurut laporan koresponden Al Jazeera James Bays dari Helmand ibu kota Lashkar Gah, tujuh pejuang Taliban tewas. Sedangkan NATO mengaku selama melakukan serangan telah berhasil membunuh 120 pejuang.

    Gubernur Provinsi Helmand Mohammed Golab Mangal menyatakan kepada Al Jazeera, "Operasi berlangsung sukses namun begitu lambat sebab di sana banyak warga sipil."

    "Marjah secara strategi dan ekonomi sangat penting bagi Helmand dan pemerintah Afganistan, juga lokasi penting untuk Taliban. Secara keuangan, di sana tumbuh industri narkotik. Kedua, Marjah terletak di tengah Helmand. Bagi musuh, Marjah merupakan pusat komando," ujarnya.

    ALJAZEERA | CHOIRUL



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.