Polisi Berhasil Menangkap Penyerang Sekolah di Jerman

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Berlin – Polisi Komando bersenjata bergegas menyerbu ke sekolah di Jerman pada hari Kamis. Sekolah dengan murid 3.200 anak itu dikepung. Helikopter berputar-putar dari atas, sementara ambulans dan pemadam kebakaran meraung-raung mendekati lokasi.

    Polisi akhirnya berhasil menangkap seorang laki-laki berusia 23 tahun yang menyerbu sekolah. Namun seorang guru dilaporkan tewas dalam serangan di sekolah kejuruan di Ludwigshafen, Jerman barat daya. Sedang lebih dari 3.200 murid segera dievakuasi dan semuanya selamat.

    "Ada satu orang tewas. Itu adalah seorang guru yang terluka parah dan kemudian meninggal akibat lukanya," ujar jurubicara kepolisian Michael Lindner kepada saluran berita N24.

    Gambar-gambar televisi menunjukkan puluhan polisi berseragam hijau di lokasi membawa senapan mesin, bersama dengan helikopter polisi, ambulans dan pemadam kebakaran. Insiden terjadi pada 10:00 am waktu setempat 16.00 waktu Indonesia barat.

    Sampai kini, belum diketahui apakah ada hubungan antara pelaku dengan sekolah atau guru yang tewas itu. Polisi berjanji akan gelar jumpa pers secepatnya dalam beberapa jam mendatang.

    Sebenarnya keamanan telah diperketat di sekolah-sekolah di Jerman, setelah insiden Maret 2009 ketika Tim Kretschmer, 17 tahun, mengamuk di bekas sekolahnya. Saat itu, Kretschmer menewaskan 15 orang sebelum bunuh diri saat tembak-menembak dengan polisi.

    Sejak itu, ada beberapa kejadian serupa. Pada bulan Mei, gadis 16 tahun berusaha untuk membakar sekolahnya dengan bom molotov dan menyerang sesama murid dengan pisau. Serangan serupa kembali terjadi pada bulan September, yang dilakukan oleh remaja laki-laki usia 18 tahun yang mengamuk di sekolahnya, dengan melempar bom molotov dan melukai 10 orang, sebelum ditembak dan ditangkap.

    REUTERS| NUR HARYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.