Pemimpin Taliban Ditahan, Pukulan Baru Bagi Pemberontak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Taliban. AFP/GETTY IMAGES

    Taliban. AFP/GETTY IMAGES

    TEMPO Interaktif, Islamabad - Penangkapan orang nomor dua Taliban Afganistan oleh tim gabungan dinas rahasia CIA dan Pakistan menjadi pukulan baru bagi para pejuang di tengah serangan gencar pasukan Amerika Serikat dan Pakistan.

    Mullah Abdul Ghani Baradar saat ini ditahan di kota pelabuhan Karachi, sekaligus sebagai bentuk tekanan bagi pemberontak untuk menghentikan perlawanan di perbatasan dan bersedia berunding dengan pemerintah Afganistan. Perundingan ini diharapkan bisa mengakhiri perang yang sudah berlangsung delapan tahun.

    Baradar merupakan komandan kedua setelah pendiri Taliban Mullah Mohammad Omar, sehari-hari mengendalikan Dewan Kepemipinan Organisasi di Pakistan. Figurnya di Taliban sangat penting karena salah seorang yang menentukan arah perjuangan gerakan Islam garis keras. Baradar juga memiliki fungsi penting sebagai penghubung antara Mullah Omar dengan para komandan di lapangan.

    Kini orang penting di Taliban harus menjalani masa penahanan selama 10 hari untuk menghadapi introgrator. Hal itu dikatakan dua orang dari dinas rahasia Pakistan. Menurutnya, Baradar memiliki bisa memberikan "informasi berguna" kepada Pakistan dan Amerika.

    Dari Amerika dikabarkan, Gedung Putih menolak memberikan penjelasan perihal penangkapan Mullah Baradar. Juru bicara Robert Gibbs mengatakan kepada para wartawan, perang melawan para ekstrimis merupakan hal yang sangat sensitif bagi intelijen untuk dijelaskan kepada publik dan dia percaya berhasil mengumpulkan informasi terbaik.

    Sementara itu, Presiden Barack Obama bersumpah akan membunuh atau menangkap para pemimpin Taliban dan al-Qaidah di Afganistan danPakistan. Untuk itu serangan bertubi-tubi Amerika ke basis-basis pertahanan mereka di perbatasan diklaim telah berhasil menghabisi sejumlah komandan. Obama telah memerintahkan pengiriman 30 ribu pasukan tambahan ke Afganistan. Sabtu lalu, ribuan di antara mereka telah melakukan serbuan besar-besaran di kota Marjah sebelah selatan Provinsi Helmand, salah satu kawasan yang dipercaya dikuasai oleh Baradar.

    "Penangkapan tersebut merupakan sebuah sukes besar bagi pasukan koalisi, tetapi tidak akan berarti jika tak mampu mengakhiri perang," kata Will Hartley, analis dari Pusat Analisa Pemberontakan dan Terorisme di London. "Ini akan memiliki efek pendek, Taliban akan membuktikan sebagais ebuah organisasi yang tangguh."

    Juru bicara Pentagon Kolonel Dave Lapan mengatakan tak dapat memberikan konfirasi soal penangkapan Baradar, tetapi penangkapan pemimpin senior akan memiliki dampak langsung pada operasi mereka.

    AP | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.