Gerilyawan Yaman Bebaskan Serdadu Arab Saudi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasukan Yaman mengangkat senjata di Provinsi Saada, sebelah utara Yaman usai bertempur dengan kelompok Shia.Gambar diambil pada 24 Januari 2010.REUTERS/Yemen Army/Handout

    Pasukan Yaman mengangkat senjata di Provinsi Saada, sebelah utara Yaman usai bertempur dengan kelompok Shia.Gambar diambil pada 24 Januari 2010.REUTERS/Yemen Army/Handout

    TEMPO Interaktif, Sana'a - Gerilyaran di Yaman Utara membebaskan serdadu Arab Saudi selanjutnya diserahkan kepada mediator pemerintah Yaman. hal tersebut sebagai bagian gencatan senjata yang telah disepakati. 

    Kantor berita The Saudi Press mengutip penjelasan duta besar Saudi untuk Yaman Ali al-Hamdan, para serdadu tersebut dibawa dari kawasan utara Provinsi Saada, daerah yang selama ini dikuasai pemberontak menuju kantor kedutaan dengan helikopter. Selanjutnya, para serdadu ini akan dikirimkan ke Saudi.

    Sementara itu, pejabat Yaman yang tak mau disebutkan namanya mengatakan tentara tersebut diserahkan ke komite yang mengawasi gencatan senjata antara pemerintah Yaman dengan gerilyawan Houthis-Shia. Selama beberapa tahun para pemberontak melakukan serangan sporadis terhadap tempat-tempat strategis. Sebaliknya, pemerintah lemah menghadapi mereka. Untuk itu Saudi bergabung dengan pasukan Yaman guna membantu serangan pemberontak. Saudi melakukan serangan melalui udara dan artileri, dua pasukannya dilaporkan tewas diperbatasan. Sedangkan pemberontak mengklaim telah membunuh 133 tentara Saudi.

    Sabtu pekan lalu, Saudi mengultimatim pemberontak agar segera melepas pasukannya yang hilang selama 48 jam, jika tidak, pasukannya akan menghabisi kaum Houthis.

    Amerika Serikat dan sejumlah negara menekan pemerintah Yaman agar segera memecahkan masalah dengan para pemberontak dan konsentrasi menghadapi al-Qaidah dan kelompok-kelompok lain yang menjadi otak rencana peledakan pesawat Amerika saat Natal tahun lalu.

    "Amerika Serika menyambut baik gencatan senjata antara pemerintah Yaman dengan gerilyawan Houthis." ujar Menteri Luar Negeri Hillary Clinton, Senin waktu setempat. "Kami secara siginifan lebih tertarik terhadap stabilitas politik, pertumbuhan ekonomi, dan sitiasi keamanan di Yaman." Clinton sedang melakukan perjalanan ke tetangganya Arab Saudi sangat peduli terhadap situasi kemanusiaan di Yaman.

    AP | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.