Amerika Cemaskan Iran Menjadi Diktator Militer

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hillary Rodham Clinton. AP/Haraz N. Ghanbari

    Hillary Rodham Clinton. AP/Haraz N. Ghanbari

    TEMPO Interaktif, Riyadh - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton mengatakan, Amerika Serikat meyakini Pengawal Revolusi Iran mendorong negara tersebut ke arah kediktatoran militer. Tindakan tersebut harus menjadi target dalam sanksi PBB yang baru.

    Berbicara di Qatar sebelum terbang ke Riyadh, Senin waktu setempat, dia menyangkal Amerika Serikat berencana menyerang Iran. Menurut dia, Washington ingin berdialog dengan Teheran, tapi tidak "hanya diam", sementara Iran memiliki program senjata yang diduga nuklir.

    Dia melanjutkan, Washington berharap untuk menekan Iran melalui resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Tekanan tersebut ditujukan terhadap Pengawal Revolusi Iran sebagai pihak yang disebut merebut kekuasaan pemerintah.

    "Kami melihat bahwa pemerintah Iran, pemimpin tertinggi, presiden, parlemen, digantikan, dan bahwa Iran sedang bergerak menuju kediktatoran militer," katanya kepada siswa-siswa dalam sesi yang disiarkan televisi. "Ini adalah sudut pandang kita."

    Clinton kemudian kepada wartawan di Riyadh mengharapkan para pemimpin agama dan politik Iran segera mengarahkan kembali kekuasaan atas nama rakyat.
     

    BASUKI RAHMAT N l REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.