Obama Tunjuk Utusan Khusus ke Organisasi Konferensi Islam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/J. Scott Applewhite

    AP/J. Scott Applewhite

    TEMPO Interaktif, Jeddah - Presiden Amerika Serikat Barack Obama telah menunjuk Rashad Husain untuk menjadi utusan khusus ke Organisasi Konferensi Islam (OKI) yang berpusat di Jeddah.

    OKI, yang terdiri dari lebih 50 negara anggota, dianggap sebagai organisasi antar-pemerintah terbesar kedua di dunia.

    "Sebagai pengacara yang cakap dan seorang anggota staf Gedung Putih saya yang dekat dan terpercaya, Rashad telah memainkan peran penting dalam mengembangkan kemitraan yang saya minta di Kairo," kata Presiden ketika dia membuat pengumuman pada hari Sabtu.

    "Sebagai hafiz Al-Quran, ia adalah anggota yang dihormati dalam komunitas Muslim Amerika, dan saya berterima kasih padanya untuk melakukan pekerjaan penting ini."

    OKI mengeluarkan pernyataan pada hari Minggu yang mengatakan penunjukan itu akan memfasilitasi koordinasi antara otoritas Amerika dan Sekretariat Jenderal OKI, terutama untuk mempromosikan saling pengertian mengenai masalah-masalah yang terkait dunia Muslim.

    OKI menyatakan optimis bahwa posisi itu akan membantu mengembangkan kerja sama yang berkelanjutan di bidang kesehatan, "khususnya memberantas polio dan malaria dan  memajukan perawatan kesehatan ibu-anak."

    Menteri Luar Negeri Hillary Clinton diperkirakan akan secara resmi memperkenalkan pejabat keturunan India itu kepada Sekretaris Jenderal OKI Ekmeleddin Ihsanoglu ketika ia mengunjungi Jeddah pada hari Senin.

    Hussain saat ini menjabat deputi penasihat bagi Obama. Pekerjaannya di Gedung Putih difokuskan pada keamanan nasional, media baru dan isu-isu ilmu pengetahuan dan teknologi. Husain juga bekerja sama dengan Staf Keamanan Nasional dalam mencapai poin-poin yang disampaikan Obama dalam pidatonya Juni 2009 di Kairo.

    ARABNEWS | EZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.