Saad Hariri: Lebanon Siap Bertempur Lawan Israel

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/ Jamal Saidi

    REUTERS/ Jamal Saidi

    TEMPO Interaktif, Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri mengatakan, dia sangat menaruh perhatian terhadap eskalasi ancaman keamanan di Timur Tengah oleh Israel, hal itu dikatakan Hariri kepada BBC.

    Menurutnya, pesawat-pesawat tempur Israel tiap hari memasuki wilayah udara Lebanon. Dia takut akan terjadi perang dengan negeri Zionis itu. Israel, jelasnya, telah melakukan kesalahan dengan melanggar wilayah dua negara yaitu Lebanon dan tetangganya Syria. Pernyataan tersebut dikeluarkan beberapa hari usai terjadi saling tuduh antara Israel dengan Syria.

    Wartawan BBC di Beirut Natalia Antelava mengatakan retorika semacam itu sebenarnya bukan hal baru, namun dikhawatirkan akan terjadi konfrontasi serius. "Kami akan berjuang bersama rakyat melawan Israel," ujar Perdana Menteri Saad Hariri.

    Dalam sebuah wawancara dengan BBC, Hariri mengatakan: "Setiap hari armada udara Israel melanggar wilayah kami. Mereka tidak hanya sekedar mengancam," ujarnya. "Dalam waktu dua bulan terakhir ini, kami melihat apa yang terjadi setiap hari, sepanjang waktu pesawat tempur Israel memasuki wilayah udara kami," tambahnya. "Ini eskalasi yang sangat membahayakan."

    Hariri juga menyatakan, Lebanon telah bersatu padu. Pemerintahnya bersama Hisbullah akan melawan ancaman Israel. Hisbullah merupakan kekuatan sayap militer di Lebanon pernah bertempur dan berhasil mengusir Israel dari Lebanon pada 2006.

    "Saya pikir mereka telah bertaruh nyawa dengan Divisi di Lebanon jika benar-benar ingin perang melawan kami. Kalau toh tidak ada Divisi di Lebanon, kami akan berdiri bersama-sama rakyat bertempur melawan Israel."

    BBC | CHOIRUL



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.