Mantan Diktator Uruguay Divonis 30 Tahun Penjara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juan Maria Bordaberry. hispanismo.org

    Juan Maria Bordaberry. hispanismo.org

    TEMPO Interaktif, Montevideo - Mantan diktator Uruguay Juan Maria Bordaberry dijatuhi hukuman penjara 30 tahun oleh majelis hakim karena terbukti melakukan kudeta pada 1973 dan memimpin negeri itu dengan gaya otoriter selama 12 tahun. Demikian keterangan yang disampaikan Jaksa penuntut umum, Rabu.

    Pria 81 tahun ini merupakan diktator kedua Uruguay yang harus mendekam dalam bui karena kepemimpinannya periode 1973-85 secara diktator. Dia juga, menurut Jaksa, melakukan penyiksaan dan pengusiran terhadap ribuan pembangkang. Sementara itu, Oktober tahun lalu, majelis hakim menjatuhkan hukuman 25 tahun penjara terhadap bekas orang kuat Gregorio Alvarez.

    Jaksa Ana Maria Telleche, Rabu, mengatakan dia telah berbicara dengan Hakim Mariana Motta yang menginformasikan kepadanya bahwa Bordaberry telah dijatuhi hukuman 30 tahun, hukuman maksimum menurut hukum Uruguay."Tampaknya Hakim memiliki persepsi yang sama dengan tuntutan yang saya ajukan sesuai dengan konstitusi negara." kata Tellechea kepada The Associated Press.

    Selain didakwa sebagai diktator, Bordaberry juga menghadapi dakwaan untuk 11 pembunuhan dan penghilangan paksa para pembangkang. Tetapi pengacara Bordaberry menolak tuduhan yang dialamatkan kepada kliennya.

    Bordaberry terpilih secara demokratis dalam pemilihan umum 1971. Tak lama kemudian, dia membubarkan Kongres dan melarang keberadaan partai politik sampai militer mengambil alih kekuasaan 1973. Pada 1976, militer menggulingkan Bordaberry dan Uruguay tetap dipimpin oleh kelompok sayap kanan dengan cara-cara diktator hingga 1985.


    AP | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.