Kosta Rika, Presiden Perempuan Menang Pemilu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Laura Chinchilla. REUTERS/Juan Carlos Ulate

    Laura Chinchilla. REUTERS/Juan Carlos Ulate

    TEMPO Interaktif, San Jose - Kandidat partai pemerintah menyapu bersih perolehan suara pemilihan presiden yang diumumkan Ahad malam waktu setempat. Dia merupakan perempuan pertama yang memegang tampuk kekuasaan di negara Amerika Tengah.

    Laura Chinchilla meraih 47 persen suara, sementara saingan terdekatnya Otton Solis dari Partai Aksi Warga hanya mengumpulkan 23 persen suara.

    Untuk itu dia dan kandidat lainnya mengakui kekalahan tersebut. Dia langsung memberikan ucapan selamat atas kemenangan lawannya, "Dia layak menjadi presiden Kosta Rika," ujarnya kepada para pendukungnya Ahad malam.

    Chinchilla, merupakan murid dari presiden sebelumnya yang pernah meraih hadiah nobel perdamaian Oscar Arias. Dia berjanji akan melanjutkan kebijaksanaan pasar bebas seperti yang dianut pendahulunya. Untuk meraih kemenangan, Chinchilla, sebelumnya jadi wakil presiden Arias cukup membutuhkan dukungan suara 40 persen.

    Kebijaksanaan pembangunan ekonomi yang selama ini dilaksanakan Arias adalah membawa Kosta Rika ke perdagangan bebas dengan Amerika Serikat serta menjalin hubungan perdagangan dengan Cina setelah sebelumnya selama 63 tahun berhubungan dengan Taiwan.

    Kebijaksanaan ini akan dilanjutkan oleh Chinchilla. Selain itu perempuan 50 tahun ini merupakan seorang konservatif yang menentang aborsi dan pernikahan kaum homo. Sebagai presiden perempuan, ia akan mengikuti tren yang makin umum di banyak negara Amerika Latin: Nikaragua, Panama, Chile dan Argentina. Semua presiden di negara-negara ini perempuan.

    Alfredo Fernandez, 77 tahun, mengatakan dia selalu mendukung Partai Kebebasan Nasional. Tetapi kali ini suaranya untuk pilihan yang spesial. "Adalah penghargaan yang luar biasa bila seorang perempuan menjadi presiden," ujarnya. Bahkan pemilih di daerah pinggiran, tambahnya, mendukung Chinchilla.

    Heizel Arias, 24 tahun menetapkan pilihannya pada Chinchilla. Orang tua tunggal ini dipenjara selama delapan tahun mencoblos kertas suara dari balik jeruji karena menyelundupkan narkoa memilih presiden perempuan. "Saya memilih Chinchilla karena dia membela kaum perempuan," ujarnya. "Dia satu-satunya calon yang mengunjungi kami di penjara dan menjelaskan program-programnya kepada kami. Saya menaruh kepercayaan kepadanya."

    AP | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.