Pemimpin Oposisi Ukraina Nyatakan Menang Pemilu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Viktor Yanukovich. REUTERS/Grigory Dukor

    Viktor Yanukovich. REUTERS/Grigory Dukor

    TEMPO Interaktif, Kiev - Pemimpin oposisi pro-Rusia Viktor Yanukovych menyatakan menang dalam pemilihan umum presiden Ukraina putaran kedua, namun lawanya menolak klaim tersebut karena dianggap terlalu prematur.

    Perolehan suara yang dikeluarkan oleh panitia pemilihan, Ahad, menunjukkan Yanukovych -pemimpin demonstrasi dalam Revolusi Oranye 2004 Ukraina- unggul dibandingkan dengan peroleh suara Perdana Menteri Yulia Tymoshenko.

    Komisi Pemilihan Umum Pusat Ukranina melaporkan, Senin, Viktor Yanukovych unggul 49,2 persen sementara lawannya mendapatkan 45,2 persen dari 61,7 persen suara yang sudah dihitung. Jika perolehan suara ini terus berlanjut, maka kemenangan Viktor Yanukovych menunjukkan pengaruh Rusia sangat besar terhadap negara-negara bekas Uni Soviet yang telah membangun hubungan mesra dengan Barat.

    Jajak pendapat sebelumnya menunjukkan, hampir seluruh rakyat Ukraina mendukung target pertumbuhan ekonomi dan kondisi politik yang lebih baik seperti disampaikan Yanukovych dalam kampanye Oranye, sebab mereka selama ini kecewa dengan janji-janji para pemimpin reformasi.

    "Mulai hari ini, ada lembaran baru bagi rakyat Ukranina," ujar Yanukovych, Ahad, waktu setempat.

    Tiga tempat pemungutan besar menunjukkan kemenangan Yanukovych atas lawannya, tetapi Tymoshenko mengatakan pengumunan yang mereka keluarkan tidak bisa dipercaya karena faktor ras. "Terlalu dini mengambil kesimpulan," jelasnya kepada para pendukungnya.

    Komisi Pemilihan memproyeksikan pemilihan umum putaran kedua ini diikuti 37 juta warga Ukranina atau sekitar 70 persen, lebih tinggi 3,2 persen dibandingkan dengan pemilihan putaran kedua 17 Januari yang diikuti 18 calon.

    Menanggapi hasil sementara peroleh suara yang diumumkan Komisi, Dewan Parlemen Eropa menyambut positif. Pelaksanaan pemilihan berjalan baik dan profesional. "Kami 100 persen yakin pemilihan ini legitimate," ujar Matyas Eorsi. "Seluruh komunitas internasional, lebih penting lagi publik Ukraina dapat menerima hasil ini."

    AP | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.