Mereka yang Dikunjungi Kucing Ini Meninggal Dalam Dua Jam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Oscar, kucing yang bisa mengetahui jika seseorang akan meninggal, sedang bermalas-malasan di salah satu selasar rumah sakit tempatnya memberi tanda datangnya Elmaut. (AP Photo/Stew Milne)

    Oscar, kucing yang bisa mengetahui jika seseorang akan meninggal, sedang bermalas-malasan di salah satu selasar rumah sakit tempatnya memberi tanda datangnya Elmaut. (AP Photo/Stew Milne)

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Seekor kucing di rumah sakit Steere House Nursing and Rehabilitation Center, Rhode Island, Amerika Serikat, dikenal memiliki kemampuan ajaib. Setiap kali ia berada di sekitar pasien yang sakit, dalam dua jam pasien itu akan meninggal.

    Kucing bernama Oscar itu sudah top sejak 2007. Media seluruh dunia, termasuk Tempo Interaktif, saat itu ramai memberitakan. Sekarang, salah satu dokter menerbitkan buku yang memberi hipotesis ilmiah yang menjelaskan bagaimana kucing itu bisa memiliki kemampuan mengetahui orang yang akan segera meninggal itu.

    Dokter itu, David Rosa, adalah orang yang pertama membuat Oscar terkenal pada 2007 dengan menulis ceritanya di New England Journal of Medicine. Sekarang, ia mengeluarkan buku tentang kucing itu berjudul "Making Rounds With Oscar: The Extraordinary Gift of an Ordinary Cat".

    Buku itu memaparkan bagaimana Oscar banyak memberi ketenangan bagi keluarga yang ditinggalkan. Selain itu, Rosa mencoba memberi hipotesis mengapa kucing itu bisa tahu akan datangnya kematian.

    Menurut Rosa, mungkin kucing itu bisa mencium pheromone atau bau-bauan yang selalu dikeluarkan di jam-jam terakhir sebelum manusia meninggal karena sakit. Bau-bauan itu, kata Rosa, tidak terdeteksi manusia.

    Kucing itu sendiri ada di rumah sakit itu sejak berumur enam bulan. Beberapa jam sebelum pasien meninggal misalnya, Oscar sudah mondar-mandir di sekitar kamar si pasien.

    Lalu, dua jam sebelum si pasien meninggal, kucing belang berwarna hitam abu-abu ini akan berada di samping tempat tidur pasien yang akan meninggal itu.

    Ia mulai diketahui kemampuannya saat menunggui pasien ke-13. Sekarang sudah lebih 50 pasien yang ia dekati dan kemudian meninggal.

    REUTERS/NURKHOIRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.