Pemerintah Yaman Tolak Tawaran Gencatan Senjata

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP Photo/Yemeni Army

    AP Photo/Yemeni Army

    TEMPO Interaktif, Jakarta -

    Sanaa – Pemimpin kelompok pemberontak di Yaman utara mengatakan menerima tawaran pemerintah Yaman untuk gencatan senjata asalkan pemerintah mengakhiri perang terhadap mereka yang dianggap tak adil.


    “Kami ingin mengakhiri pertumpahan darah dan juga menghindari bencana yang dihadapi negara baru-baru ini serta mengakhiri aksi genosida melawan penduduk sipil. Kami mengulangi pernyataan kami bahwa kami menerima lima poin untuk gencatan senjata yang disampaikan pemerintah Yaman setelah mereka mengakhiri agresinya,” kata pemimpin pemberontak Houthi, Abdul Malik al-Houthi, seperti dikutip situs internet milik kelompok tersebut.

    Namun seperti dilaporkan kemarin, pemerintah menolak tawaran tersebut. Seorang pejabat pemerintah mengatakan kesepakatan gencatan senjata harus meliputi ikrar dari pemberontak untuk tidak menyerang tetangga yaman, Arab Saudi.

    Alasan lainnya pemerintah menolak tawaran tersebut, lanjut pejabat itu, karena pemimpin pemberontak Abdul Malik al-Houthi menuntut pemerintah mengakhiri operasi militer pertama.


    “Pemerintah menolak inisiatif al-Houthi untuk menerima lima poin kesepakatan pemerintah (untuk berdamai), sebab tidak mencakup poin ke enam yakni pemberontak berjanji untuk tidak menyerang wilayah Saudi,” tandas pejabat itu.

    Sumber di kemiliteran Arab Saudi kemarin mengatakan tentara Arab Saudi baku tembak dengan penembak jitu pemberontak yang melintasi perbatasan. Kejadian ini berlangsung sehari setelah pemberontak mengatakan mundur dari Arab Saudi.



    CNN | AL JAZEERA | REUTERS | SUNARIAH





     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Paparan Radiasi Cesium 137 di Serpong

    Bapeten melakukan investigasi untuk mengetahui asal muasal Cesium 137 yang ditemukan di Serpong. Ini berbagai fakta soal bahan dengan radioaktif itu.