Kelompok Militan Palestina Bantah Terlibat Ledakan di Jalur Gaza

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Tentara kelompok militan Palestina yang disebut-sebut sebagai Popular Resistance Committees menolak dikaitkan dengan peristiwa ledakan bom yang terjadi ketika iringn-iringan diplomat AS melintasi jalur Gaza, Rabu (15/10). Tiga petugas keamanan AS tewas dan beberapa orang luka-luka dalam insiden ini.Popular Resistance Committees di Palestina menyangkal terlibat dalam peristiwa itu. Kami hanya bertempur melawan zionis Israel dan kami tidak mau terlibat dengan persoalan lain yang kontroversial, demikian pernyataan kelompok tersebut sebagaimana diterima AFP di kota Gaza . Sebelumnya, AFP sempat menerima telepon dari orang tak dikenal yang mengaku wakil dari Popular Resistence Committees. Orang tersebut mengatakan peledakan bom itu dilakukan kelompok tersebut.Popular Resistance Committees, salah satu dari kelompok radikal garis keras Palestina, membantah terlibat dalam aksi peledakan bom itu. Dua kelompok Islam radikal terbesar, Hamas dan Islamic Jihad, juga mengutarakan hal yang sama. Kami menolak bila Hamas dikaitkan dengan serangan itu, tutur pemimpin politik Hamas Adnan Asfur kepada AFP. Kami hanya bertempur melawan musuh zionis. Kelompok radikal sekuler Popular Front for the Liberation of Palestina (PFLP). Tidak ada hubungannya antara PFLP dengan serangan itu. Kami berperang melawan pemeriintah Israel, jelas pemimpin PFLP dalam pernyataannya. Peristiwa ledakan itu, menurut mereka, tidak akan membantu perlawanan rakyat Palestina yang menginginkan berakhirnya pendudukan Israel dan memperoleh kembali hak-hak bangsa Palestina.AFP/Nunuy Nurhayati - Tempo News Room

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.