Malaysia Tahan Tiga Orang Penyerang Gereja  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS

    REUTERS

    TEMPO Interaktif, Kuala Lumpur - Kejaksaan Malaysia menahan tiga pemuda Islam, Jumat, diduga sebagai pelaku serangan gereja.

    Dua pemuda yang ditangkap masih bersaudara yaitu Raja Mohamad Faizal Raja Ibrahim, 24 tahun, Raja Mohamad Idzham, 22 tahun, dan sahabatnya Azuwan Shah Ahmad, 23 tahun.

    Ketiganya didakwa melakukan serangkaian pembakaran Gereja Metro di Jalan 4/4 Metro, Desa Melawati pada 7 Januari, pukul 11.50 waktu setempat.

    Selain bakal dihukum 20 tahun penjara, menurut Hakim S.M. Komathy Suppiah, atas kesalahan itu mereka harus membayar denda RM20,000 sekitar Rp 54 juta. Mendengar hal tersebut, ketiga pemuda mennyatakan keberatan.

    Pembakaran, vandalisme, dan insiden serangan lain terhadap 11 gereja, sebuah kuil Sikh, tiga masjid, serta dua musala yang terjadi beberapa pekan ini telah merusak harmoni kehidupan beragama yang telah berjlan lama di negara berpenduduk mayoritas Islam.

    Serangan dimulai terhadap beberapa gereja menyusul keputusan pengadilan yang memperbolehkan umat non Muslim menggunakan kata "Allah" terjemahan dari "Tuhan" dalam bahasa Malaysia. Menurut Muslim Malaysia kata tersebut hanya digunakan khusus orang yang beragama Islam.

    Ketiga orang itu ketika ditangkap, Jumat, mengaku tidak bersalah karena saat itu mereka hanya menyalakan api di gereja Protestan. Hal itu dikatakan oleh jaksa penuntut umum Anselm Chales Fernandis.

    Para pemuda itu kemungkinan akan diganjar hukuman 20 tahun bila terbukti bersalah karena "bermain api" menyebabkan kerusakan tempat-tempat ibadah. Sampai saat ini pengadilan belum menjadwalkan acara persidangan.

    Sementara itu, petugas keamanan Malaysia pekan lalu menahan lima orang dengan alasan serangan terhadap gereja namun dilepaskan karena tidak terbukti bersalah.

    Ketegangan akibat serangan gereja selama dua pekan ini mulai surut. Namun mencuat kembali karena, Rabu, ditemukan tiga kepala babi di halaman masjid. bagi bagi umat Islam merupakan binatang haram dan najis.


    AP | NST | CHOIRUL



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?