Anwar Ibrahim: Terjadi Politisasi Agama di Malaysia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Deputi Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyampaikan kuliah umum di Universitas Indonesia, Depok, Jawa BArat, Jumat (5/12). Tempo/Panca Syurkani

    Mantan Deputi Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyampaikan kuliah umum di Universitas Indonesia, Depok, Jawa BArat, Jumat (5/12). Tempo/Panca Syurkani

    TEMPO Interaktif, JOMBANG - Mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menjelaskan, maraknya aksi kekerasan antar umat beragama di Malaysia terjadi akibat politisasi agama di negara itu. “Kami akan terus berupaya melakukan dialog antar agama. Pemerintah Malaysia juga melakukannya untuk meminimalisir munculnya kekerasan,” ujarnya di Jombang, Kamis (28/1).

    Anwar Ibrahim berada di Jombang untuk melakukan ziarah di kuburan Gus Dur di komplek Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Selama berziarah, Anwar dan rombongan didampingi pimpinan Pondok Pesantren Tebuireng Sholahudin Wahid.

    Dia menegaskan bahwa pendangkalan pemikiran tentang agama telah meracuni otak sebagian politisi di Malaysia. Namun Anwar enggan menyebut siapa politisi yang dimaksud.

    Pemikiran tentang kerukunan antar umat beragama yang getol diperjuangkan almarhum Gus Dur, menurut Anwar Ibrahim, bisa ditransformasikan kepada masyarakat Malaysia. Anwar tidak ragu mengatakan, dia akan mempelajari ajaran tentang nilai-nilai beragama yang dipercayai Gus Dur.

    Anwar juga mengatakan, pola pemikiran Gus Dur sangat relevan diterapkan di negaranya. Gus Dur pun sempat berpidato di depan konggres Partai Keadilan Rakyat Malaysia, menguraikan nilai-nilai keberagaman, termasuk keragaman dalam beragama. Saat itu hadir tokoh dari berbagai agama. MUHAMMAD TAUFIK.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.