Korea Utara-Selatan Saling Serang di Perbatasan Laut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara Korea Utara berjaga-jaga di Panmunjom, perbatasan Korea Utara dan Korea Selatan (3/6). Korea Utara  telah membuat rudal jarak jauh yang dapat mencapai Alaska dan akan melakukan uji coba. Foto: AP/ Lee Jin-man

    Tentara Korea Utara berjaga-jaga di Panmunjom, perbatasan Korea Utara dan Korea Selatan (3/6). Korea Utara telah membuat rudal jarak jauh yang dapat mencapai Alaska dan akan melakukan uji coba. Foto: AP/ Lee Jin-man

    TEMPO Interaktif, Seoul - Militer Korea Utara dan Selatan saling tembak di sepanjang perbatasan laut kedua negara, Selasa waktu setempat, demikian laporan kantor berita Yonhap.

    Dalam laporannya, Yonhap menyebutkan Utara menembakkan senjata artilerinya ke pantai barat Kepulauan Baengyeong yang dikontrol oleh Korea Selatan.

    Penembakan ini terjadi dua hari setelah penandatangan zona pelarangan berlayar di sepanjang perbatasan laut.

    Serangan bersenjata itu kontan, menurut sumber Yonhap, dibalas oleh militer Korea Selatan. Namun Yonhap tidak memberikan laporan rinci aksi balas serang tersebut. Menteri pertahanan Korea Selatan tidak bersedia dikonfirmasi atas laporan Yonhap. "Militer kami terpaksa membalas serangan itu,"ujar pejabat militer yang tak mau disebutkan namanya.

    Sementara itu jaringan televisi YTN mengutip keterangan seorang pejabat militer, Korea Utara tidak memiliki garis perbatasan laut yang jelas. Mungkin negara itu sedang melakukan uji senjata berat atau mempersiapkan serangan militer ke Selatan.

    Perbatasan laut di bagian barat kedua negara kerap menjadi sumber ketegangan kedua Korea. Angkatan laut kedua negara berseteru pernah saling serang November lalu. Akibatnya seorang serdadu angkatan laut Korea Utara tewas dan tiga lainnya luka-luka.

    Secara teknis kedua Korea hingga kini masih dalam situasi berperang, karena Perang Korea 1950-53 berakhir dengan gencatan senjata bukan perjanjian damai.

    AP | BBC | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.