Pemerintah Haiti Umumkan Pencarian Korban Selamat Dihentikan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria berumur 23 tahun diselamatkan setelah terjebak di antara reruntuhan bangunan akibat gempa selama 11 hari di Haiti, Minggu (24/01). Meski tidak terluka serius pria ini mengalami dehidrasi berat. AP Photo/Gerald Herbert

    Seorang pria berumur 23 tahun diselamatkan setelah terjebak di antara reruntuhan bangunan akibat gempa selama 11 hari di Haiti, Minggu (24/01). Meski tidak terluka serius pria ini mengalami dehidrasi berat. AP Photo/Gerald Herbert

    TEMPO Interaktif, Port -Au-Prince - Ratusan orang berkumpul dalam upacara pemakaman Uskup Agung Haiti. Upacara resmi yang jarang terjadi ini menjadi perkabungan massal penduduk yang baru saja hancur karena gempa di mana kuburan massal terus digali untuk ribuan orang yang mati.

    Sementara itu, PBB mengatakan bahwa pemerintah Haiti telah menyatakan mengakhiri pencarian untuk korban hidup yang terperangkap di puing-puing, tetapi apabila ada yang selamat akan berusaha secepatnya ditolong.

    "Ini tidak berarti pemerintah akan memerintahkan mereka untuk berhenti. Apabila ada sedikit tanda-tanda kehidupan, mereka akan bertindak," ujar juru bicara PBB Elisabeth Byrs.  Dia menambahkan bahwa, "kecuali mukjizat, harapannya memudar."

    Sementara penyelamat berhasil menolong Wismond Exantus dengan menggali terowongan sempit melalui puing-puing sebuah hotel tempat ia terkubur selama 11 hari.

    Exantus, yang berusia 20 tahun, ditempatkan di atas tandu dan diberi cairan infus. Dia mengatakan kepada The Associated Press, bisa selamat dengan berlindung di bawah meja saat gempa dan kemudian minum beberapa cola, bir dan kue-kue di ruang sempit. "Aku lapar, tapi setiap malam aku berpikir bahwa aku harus bertahan," kata Exantus dari ranjang rumah sakit.


    AP| NUR HARYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.