Ikhwanul Muslimin Mesir Tunjuk Pemimpin Baru  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Muhammad Badie

    Muhammad Badie

    TEMPO Interaktif, Kelompok oposisi Mesir, Ikhwanul Muslimin, menunjuk Muhammad Badie guru besar hewan sebuah universitas, menjadi pemimpin baru menyusul mundurnya Muhammad Akef.

    "Badie terpilih dalam sebuah musyawarah konsultasi anggota Dewan," ujar Akef dalam jumpa pers di Kairo, Sabtu.

    Sebenarnya keberadaan Ikhwan di Mesir dilarang, namun organisasi gerakan Islam yang didirikan oleh Hassan al-Banna ini berhasil menempatkan lima wakilnya di Parlemen dalam pemilihan umum independen 2005.

    Menanggapi penunjukan dirinya sebagai pemimpin baru, Badie mengatakan kepada pers bahwa Ikhwan menolak cara-cara kekerasan, sebaliknya menyokong reformasi secara menyeluruh.

    "Kami percaya jalur reformasi dan mengedepankan jalan damai sesuai konstitusi. Kami menolak kekerasan." ujarnya.

    Badie adalah pemimpin kedelapan sejak Ikhwan didirikan 1928 oleh Hassan al-Banna. Dia lahir 1943 di delta Nil, kota Mahalla el-Kubra. Pernah dipenjara selama sembilan tahun karena terlibat dalam sel paramiliter Ikhwan yang melakukan perlawanan terhadap pemerintah.

    Ketika dalam bui bersama ribuan aktivis gerakan Islam, Badie terpengaruh oleh pemikiran radikal Sayid Qutub. Setelah keluar, dia bersama teman-teman senasib melanjutkan pemikiran Qutub dan berjuang menegakkan syariah Islam.


    ALJAZEERA | CHOIRUL



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.