Perahu Tenggelam di Penang, Dua Orang Tewas dan Empat Hilang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, George Town -Dua orang tewas serta empat hilang dalam kecelakaan sebuah perahu capung milik sekolah menengah Chung Ling, Penang, Malaysia. Perahu yang digunakan untuk kegiatan pelatihan sekolah itu mengangkut 18 orang, terdiri dari guru dan para murid.

    Saat kejadian, Minggu (17/1), perahu yang umum disebut dragonboat itu dihantam ombak dan terbalik di sungai dekat Jalan Macallum Ghaut. Sementara keenam korban perahu tenggelam itu ialah guru dan muridnya, Chin Aik Siang, 28 tahun dan Jason Ch’ng, 17 tahun yang ditemukan tewas, serta empat orang siswa yang masih dalam pencarian.

    Pihak berwenang pun mengerahkan 100 personel mencari para murid yang hilang itu. Kepala Operasi Search and Rescue (SAR) Mohd Razam Taja Rahim mengungkapkan nama-nama korban hilang itu ialah Brendon Yeoh, Goh Yi Zhiang, Cheah Zi Jun, semua berusia 17 tahun, dan Wang Yong Xiang, 16 tahun.

    Dalam penyelidikan sementara yang dilakukan pihaknya, terungkap bahwa di perahu itu hanya tersedia 12 jaket pelampung. Padahal, jumlah penumpangnya 18 orang. "Dua jenasah yang ditemukan itu menggunakan jaket pelampung. Beberapa orang yang selamat ditemukan terdampar tanpa memakai pelampung," kata Razam.

    Dua korban tewas itu, lanjutnya, ditemukan 50 meter dari korban selamat yang terdampar. Bahkan beberapa orang korban selamat ditemukan 400 meter dari lokasi, oleh nelayan.

    Menurut salah satu korban selamat, Kuah Zi Xun ombak yang menghantam perahu dirasa cukup keras. "Ombak pertama membuat perahu oleng, disusul ombak kedua yang akhirnya menggulingkan perahu," kata Kuah Zi Xun.

    Kepala Bidang Klub Olahraga Penang, C.H Lim mengatakan prahu itu sempat berhenti sejenak, karena para awak kelelahan. "Saat itulah ombak datang dan menggulingkan perahu," katanya.


    THESTAR.MY | ANGIOLA HARRY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.