Presiden Philipina Bantah Mengambil Hati AS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Manila:Presiden Philipina, Gloria Arroyo membantah negaranya diduga mengeksekusi orang yang dicurigai memimpin teroris, sebagai upaya mengambil hati Amerika Serikat. Maklum, rencananya Presiden Amerika Serikat, George W Bush akan berkunjung ke Philipina, Sabtu mendatang.

    "Saya tetap percaya pada laporan yang berwenang dalam kasus ini," katanya, di Manila, Selasa (14/10). Hal ini menanggapi amarah dan keraguan pihak oposisi terhadap pemerintah yang mengklaim Fathur Rochman al-Ghozi tewas tertembak akibat kontak senjata dengan pasukan keamanan di sebelah selatan pulau Mindanao, pekan lalu. Beberapa oposisi menduga al-Ghozi yang berasal dari Indonesia, itu dibunuh untuk mencegah pembeberan keterlibatan polisi dalam pelariannya dari tahanan Markas besar kepolisian Manila.

    "Al-Ghozy dan yang lain sebelumnya, ditutup mulutnya agar tidak membuka aib penguasa yang memungkinkan mereka lolos," kata Senator Aquilino Pimentel. Keraguan pihak oposisi juga tertuju pada waktu kematian al Ghozy, yang hanya beberapa hari sebelum kedatangan Presiden Bush di Philipina.

    Bahkan, alliansi nasional kiri mengatakan, kematian al-Ghozy sangat tepat waktunya, merupakan hadiah manis bagi Presiden Bush. Karena Arroyo menyebut kematian al-Ghozy merupakan kemajuan dalam melawan terorisme, lantaran al-Ghozy adalah kunci konspirasi teroris lintas nasional. "Ini mengurangi besarnya ancaman teroris lintas Asia Tenggara," kata Arroyo.

    AFP, Putri Alfarini - Tempo News Room


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.