Korea Utara Minta Korea Selatan Stop Propaganda Permusuhan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara Korea Utara berjaga-jaga di Panmunjom, perbatasan Korea Utara dan Korea Selatan (3/6). Korea Utara  telah membuat rudal jarak jauh yang dapat mencapai Alaska dan akan melakukan uji coba. Foto: AP/ Lee Jin-man

    Tentara Korea Utara berjaga-jaga di Panmunjom, perbatasan Korea Utara dan Korea Selatan (3/6). Korea Utara telah membuat rudal jarak jauh yang dapat mencapai Alaska dan akan melakukan uji coba. Foto: AP/ Lee Jin-man

    TEMPO Interaktif, Seoul - Korea Utara memperingatkan Korea Selatan agar menghentikan propaganda permusuhan yang disebarkan lewat selebaran di perbatasan kedua negara. Korea Selatan membantah.

    Kedua negara berseteru ini pernah meneken kesepakatan 2004 untuk tidak melakukan propaganda di lintas batas zona demilititarisasi yang memisahkan negeri bertetangga itu.

    Korea Selatan membantah tuduhan seterunya. Negeri gingseng itu menjelaskan, negaranya tak bisa menghentikan kegiatan para aktivis mengirimkan pesan melalui leaflets karena hal itu menyangkut kebebasan berdemokrasi dan menyuarakan aspirasi. Namun demikian, diakui, selebaran yang belum diketahui isinya itu dikhawatirkan dapat memperburuk hubungan kedua negara.

    Militer Korea Utara menegaskan, tidak akan pernah menoleransi sedikitpun kesalahan. "Kekuasaan ini multak bagi kepemimpinan kami," katanya seperti dikutip kantor berita Koreaan Central News. Korea Utara meminta Korea Selatan menekan dan membubarkan aktivis yang mengirimkan ribuan selebaran yang mereka kirimkan sejak 1 Januari ke Korea Utara.

    Chung Hae-sung, juru bicara Menteri Unifikasi Korea mengatakan, Rabu, Korea Selatan tidak memiliki hukum yang mampu menghentikan kegiatan pengedaran selebaran yang dilakukan oleh para aktivis.

    AP | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.