Amerika Serikat Batalkan Pengiriman Tahanan Guantanamo ke Yaman

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Brennan Linsle

    AP/Brennan Linsle

    TEMPO Interaktif, Washington - Amerika Serikat, Selasa kemarin, membatalkan pengiriman tahanan Guantanamo ke Yaman setelah mempertimbangkan situasi keamanan yang kian memburuk di sana.

    Selain itu, Presiden Barack Obama mendapatkan tekanan yang kuat dari Partai Demokrat dan Republik agar tak mengirimkan tahanan ke Yaman menyusul ditangkapnya pemuda yang akan meledakkan bom di Detroit.

    "Kami hanya mengirimkan tahanan ke negara yang keamanannya terjamin," ujar Obama.

    Sekitar 91 tahanan asal Yaman yang mendekam di penjara Guantanamo dinyatakan bersih sehingga mereka layak dikembalikan ke rumah masing-masing. Hal itu berkaitan juga dengan kebijakan pemerintah AS yang akan menutup penjara Guantanamo.

    "Kami akan menutup Guantanamo yang mejadi gudang rekrutmen al-Qaida," papar Obama lagi.

    Pembatalan pengiriman tersebut setelah The Times, koran terbitan London, melaporkan bahwa sedikitnya selusin mantan tahanan Guantanamo bergabung kembali dengan al-Qaida untuk bertempur di Yaman.

    Sebelumnya, penasihat kontrateroris Gedung Putih John Brennan membuka pintu untuk pelepasan tahanan Guantanamo seperti yang disampaikan dalam wawancara televisi, Ahad lalu. Ketua Senat Partai Republik sependapat pengiriman tahanan itu dihentikan dan meminta Presiden Obama merevisi keputusannya menutup fasilitas penjara Guantanamo.


    REUTERS | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.