Polisi Mesir Bentrok dengan Aktivis Pro-Palestina, 55 Terluka

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Mesir konvoi membawa melintasi perbatasan di Rafah, palestina. [Reuters]

    Warga Mesir konvoi membawa melintasi perbatasan di Rafah, palestina. [Reuters]

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Sedikitnya 55 orang terluka akibat bentrokan antara polisi Mesir dengan aktivis proPalestina yang ingin menyalurkan bantuan ke Jalur Gaza, demikian saksi mata menyebutkan.

    Saat itu, sekitar 520 aktivis menggempur pintu gerbang pelabuhan El-Arish, Selasa dini hari. Mereka memrotes keputusan pemerintah Mesir yang menetapkan agar seluruh bantuan untuk warga Palestina berupa bahan makanan dan obat-obatan harus dikapalkan melalui Israel.

    Para pemrotes datang dengan 139 kendaraan akan memasuki Jalur Gaza melalui Rafah, 45 kilometer dari pelabuhan El-Arish, namun yang diperbolehkan masuk cuma 59 kendaraan via wilayah Israel.

    Menurut para pekerja medis, sekitar 40 anggota konvoi terluka karena bentrok dengan selusin polisi yang menghadangnya saat mereka memasuki dua pintu gerbang di pelabuhan Sinai.

    Konvoi Viva Palestina yang dipimpin oleh George Galloway, utusan dari Inggris, dan utusan dari Turki tertahan selama lebih dari seminggu. Mereka membujuk agar pemerintah Mesir mengubah kebijaksanaannya.

    Sementara itu, dalam laporan terpisah disebutkan seorang pejuang Palestina dinyatakan tewas dan em pat lainnya terluka akibat serangan udara Israel yang dilakukan Selasa di kota Khan Younis.Hal tersebut disampaikan seorang sumber keamanan.

    Juru bicara militer Israel mengatakan, serangan itu untuk melawan pejuang Palestina yang merencanakan meluncurkan sejumlah roket ke Israel Selatan.

    ALJAZEERA | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.