CIA: Pelaku Bom Bunuh Diri Seorang Agen Ganda  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP

    AP

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Pelaku serangan bom bunuh diri ke basis militer AS di Afghanistan diidentifikasi sebagai agen ganda yang bekerja juga untuk dinas intelijen Yordania. Akibat serangan tersebut delapan orang tewas, demikian media massa dan dinas intelijen AS melaporkan.

    Sumber Al Jazeera di Afghanistan, Selasa, mengatakan bahwa lelaki tersebut diidentifikasi sebagai Hammam Khalil al-Balawi. Ia masuk ke Provinsi Khost, sebelah timur Afghanistan dengan mobil lewat perbatasan Pakistan.

    Al-Balawi juga dikenal sebagai Abu Dujana al-Khorasani, dipercaya sebagai orang yang memberikan informasi baru kepada CIA tentang keberadaan Ayman al-Zawahiri, komandan kedua di al-Qaida. Hal tersebut diketahui dari sejumlah pernyataan yang disampaikan dalam situs pribadinya. Dalam pernyataannya, dia ingin meninggal sebagai syuhada.

    Bom yang ia ledakkan Rabu lalu menewaskan tujuh agen CIA dan seorang pejabat intelijen Yordania, oleh kantor berita Yordania Petra diidentifikasi sebagai Kapten Sharif Ali bin Zeid.

    Bekas pejabat CIA menyebutkan, Zeid yang memiliki hubungan dekat dengan keluarga Kerajaan Yordania tersebut adalah Balawi, jelasnya. Al-Balawi, pernah dijebloskan ke penjara di Yordania, selanjutnya direkrut oleh dinas intelijen Yordania untuk membantu memutus jaringan al-Zawahiri dengan al-Qaida.

    Sementara itu, Bruce Riedel, mantan pejabat CIA dan penasihat Gedung Putih, mengatakan bahwa menurut sumber yang dirahasiakan, al-Zawahiri telah memerintahkan al-Balawi melakukan perang informasi tentang keberadaannya.

    "Pelaku pengemoman diduga dikirimkan sendiri oleh Ayman Zawahiri untuk melakukan serangan bom bunuh diri karena mengetahui keberadaan Zawahiri," jelas Riedel seperti dikutip oleh kantor berita AFP. Pemerintah Yordania tidak berkomentar atas pernyataan tersebut.

    ALJAZEERA | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.